Lagi, Israel Serang Gaza, Sedikitnya 27 Orang Tewas Sejak Sabtu Pagi
Dilansir dari Reuters, serangan ini terjadi pada Sabtu (31/1/2026) di daerah Gaza yang dijadikan tempat pengungsian warga. Otoritas kesehatan setempat mengumumkan setidaknya 31 orang tewas dalam serangan ini.
Pihak Israel mengaku sudah memberi peringatan akan adanya serangan ini. Serangan ini merupakan respon Israel terkait kemunculan 8 orang bersenjata sehari sebelumnya dari sebuah terowongan di Rafah.
Tiga dari mereka terbunuh oleh pasukan Israel. Satu di antaranya ditahan dan dicurigai sebagai toh kunci Hamas.
Kekerasan tersebut terjadi sehari sebelum Israel dijadwalkan membuka kembali Penyeberangan Rafah, yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir.
Pembukaan Penyeberangan Rafah itu akan menjadi yang pertama sejak Mei 2024, menurut laporan tersebut.
Sebelumnya, pada 14 Januari, Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Steve Witkoff, mengumumkan tahap kedua dari rencana 20 poin Trump untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza.
Tahap tersebut akan berfokus pada transisi pascagencatan senjata menuju demiliterisasi, pembentukan pemerintahan teknokratis, rekonstruksi wilayah, serta pelucutan senjata seluruh personel yang tidak berwenang.
Sebelumnya, Trump pada Kamis (22/1) telah meluncurkan Dewan Perdamaian bentukan pemerintahannya dan mengatakan lembaga tersebut akan bekerja sama dengan PBB untuk menangani krisis global yang melampaui Jalur Gaza.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut saat menjamu puluhan pemimpin dunia di sela-sela Forum Ekonomi Dunia, dalam sebuah upacara penandatanganan dokumen pendirian dewan tersebut.
“Kami berkomitmen untuk memastikan Gaza didemiliterisasi, dikelola dengan baik, dan dibangun kembali dengan indah. Ini akan menjadi rencana yang hebat, dan di situlah Dewan Perdamaian benar-benar dimulai,” kata Trump.
Ia menambahkan bahwa mandat dewan itu dapat diperluas ke isu-isu lain seiring keberhasilan upaya di Gaza.
