Tanyaislamyuk – Banyak orang mengira bahwa Islam menutup rapat pembahasan tentang seks. Seolah-olah topik ini tidak boleh dibicarakan sama sekali. Padahal jika kita melihat ajaran Islam dengan jujur, justru kita akan menemukan bahwa agama ini sangat jelas dalam mengatur urusan tersebut.
Islam memahami bahwa manusia memiliki fitrah, termasuk kebutuhan biologis. Karena itu, Islam tidak memusuhi fitrah tersebut, tetapi mengarahkannya agar tetap berada dalam jalan yang halal dan penuh kehormatan. Hubungan antara suami dan istri tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan tubuh, tetapi juga sebagai sarana menjaga kehormatan, memperkuat kasih sayang, dan membangun keluarga yang sakinah.
Bahkan dalam ajaran Nabi ﷺ dijelaskan bahwa ketika seorang suami dan istri menyalurkan kebutuhan itu dalam pernikahan yang sah, hal tersebut dapat bernilai pahala. Artinya, sesuatu yang bagi sebagian orang dianggap sekadar kenikmatan dunia, dalam Islam justru bisa menjadi ibadah.
Namun karena Islam menjaga kemuliaan manusia, ada batas-batas yang tidak boleh dilanggar. Hubungan di luar pernikahan, perbuatan yang menyimpang, serta tindakan yang merusak kehormatan diri semuanya dilarang. Bukan untuk membatasi kebahagiaan manusia, tetapi untuk melindungi manusia dari kerusakan moral, emosional, dan sosial.
Inilah keindahan ajaran Islam. Ia tidak menolak fitrah manusia, tetapi membimbingnya agar tetap suci, terhormat, dan penuh tanggung jawab. Ketika aturan ini dipahami dengan benar, kita akan menyadari bahwa Islam bukan agama yang menabukan seks. Islam adalah agama yang memuliakan manusia dengan aturan yang menjaga kehormatannya.












