Tanyaislamyuk – Pertama, secara sains, manusia bisa ke luar angkasa karena teknologi roket. Roket punya gaya dorong sangat besar untuk melawan gravitasi Bumi sampai mencapai kecepatan lepas sekitar 11,2 km per detik. Setelah melewati atmosfer, barulah disebut berada di luar angkasa.
Kedua, dalam Al-Qur’an Surah Ar-Rahman ayat 33 disebutkan bahwa manusia dan jin tidak dapat menembus penjuru langit dan bumi kecuali dengan “sulthan”. Banyak ulama menafsirkan “sulthan” sebagai kekuatan, kemampuan, atau ilmu.
Dan hari ini, kekuatan itu berupa ilmu pengetahuan dan teknologi. Jadi bukan berarti mustahil selamanya, tapi butuh kemampuan yang besar.
Jadi secara sains manusia memang bisa keluar atmosfer Bumi dengan teknologi. Dan secara tafsir, ayat tersebut juga menyebutkan harus dengan kekuatan atau kemampuan.
Intinya, ilmu pengetahuan dan agama tidak harus dipertentangkan. Keduanya bisa dipahami sesuai konteksnya.
NASA dan Al-Qur’an: Manusia ke Luar Angkasa
Menggali hubungan antara teknologi NASA dan tafsir Al-Qur’an tentang kemampuan mencapai luar angkasa.
Keywords: teknologi luar angkasa, NASA dan Al-Qur’an, tafsir Al-Qur’an, ilmu pengetahuan dan agama, kesaktian roket, batasan manusia ke langit, perjalanan luar angkasa, kemampuan manusia, sains dan spiritual, penjelasan sains Al-Qur’an













