Tanya Islam Yuk

Situs yang menyajikan tulisan dan seputar islam dan realitas umat di tengah zaman yang terus berubah

Kelakuan Salah Satu SPPG, Harga Roti Aslinya 3.000 Ditawar 1.500 Tapi di Nota Minta Ditulis 3.000

20250915201626 menu mbg solo

Tanyaislamyuk – Program makan bergizi seharusnya menjadi kabar baik bagi masyarakat. Tujuannya mulia: memperbaiki kualitas gizi anak-anak Indonesia agar tumbuh sehat, cerdas, dan kuat.

Namun apa jadinya jika pihak yang mengelola program justru diduga bermain-main dengan anggaran?

Publik dibuat geram setelah muncul dugaan praktik yang sangat memalukan. Harga roti yang sebenarnya hanya dibayar Rp1.500 kepada pemasok, tetapi nota diminta tetap ditulis Rp3.000. Jika tuduhan ini benar, maka pertanyaannya sederhana: selisih uang itu ke mana?

Yang lebih menyedihkan, tindakan seperti ini bukan hanya merugikan negara, tetapi juga merampas hak anak-anak yang seharusnya menerima makanan dengan kualitas terbaik.

Visi besar memperbaiki gizi bangsa akhirnya hanya menjadi slogan indah di atas kertas. Anggaran yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas makanan malah diduga bocor di tengah jalan.

Ironisnya, kerugian yang ditimbulkan bukan cuma soal gizi.

Ada sesuatu yang lebih mahal daripada uang, yaitu akhlak.

Bagaimana mungkin sebuah program yang mengatasnamakan masa depan anak-anak justru dicederai oleh perilaku yang diduga penuh tipu daya? Anak-anak diajarkan kejujuran di sekolah, tetapi orang dewasa yang mengelola anggaran justru diduga memberikan contoh sebaliknya.

Kalau benar harga barang ditekan serendah mungkin kepada pemasok, tetapi angka di nota tetap diminta tinggi, maka yang hilang bukan cuma uang negara. Yang hilang adalah integritas.

Masyarakat tentu berharap aparat penegak hukum mengusut setiap dugaan penyimpangan secara transparan dan tuntas. Sebab uang yang digunakan bukan milik pejabat, bukan milik pengelola, melainkan uang rakyat.

Program makan bergizi seharusnya menghasilkan anak-anak yang sehat.

Jangan sampai yang lahir justru generasi yang menyaksikan bagaimana keserakahan mengalahkan amanah.

Karena ketika gizi gagal diperbaiki dan kejujuran ikut dikorbankan, masalahnya bukan lagi sekadar minus nutrisi.

Tapi sudah minus akhlak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About the Author

Hadir sebagai sumber inspirasi dan edukasi seputar ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Menyajikan konten ringan hingga mendalam tentang ibadah, akhlak, sejarah, serta fenomena kehidupan umat Muslim masa kini. Dengan pendekatan yang relevan dan mudah dipahami, website ini bertujuan menjadi ruang belajar, refleksi, dan penguatan iman bagi setiap pengunjung

Search the Archives

Akses terhadap liputan jurnalistik investigatif dan laporan-laporan terkini selama bertahun-tahun.