Tanyaislamyuk – Sebuah instalasi seni berbentuk figur perempuan berwarna biru di kawasan AlUla, Arab Saudi, kembali menjadi perbincangan di media sosial. Berbagai unggahan menyebut bahwa pemerintah Arab Saudi mendanai pembangunan “patung berhala” karya seniman Yahudi Amerika. Klaim tersebut memicu beragam reaksi dan perdebatan di kalangan warganet.
Namun, berdasarkan informasi yang tersedia, terdapat sejumlah fakta yang perlu dipahami agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Patung Bernama “NAJMA”
Karya yang menjadi sorotan tersebut berjudul NAJMA (She Placed One Thousand Suns Over the Transparent Overlays of Space), sebuah instalasi seni karya seniman Amerika, Lita Albuquerque. Instalasi ini pertama kali dipamerkan dalam ajang Desert X AlUla 2020, sebuah pameran seni kontemporer internasional yang diselenggarakan di kawasan AlUla.
Menurut penjelasan sang seniman, karya tersebut terinspirasi dari hubungan manusia dengan langit, astronomi, dan lanskap gurun AlUla. Patung perempuan berwarna biru itu ditempatkan di atas batu besar sebagai bagian dari konsep artistik yang berkaitan dengan sejarah pengamatan bintang di kawasan tersebut.
Didanai Pemerintah Arab Saudi
Desert X AlUla merupakan proyek seni yang diselenggarakan melalui kerja sama organisasi Desert X dengan Royal Commission for AlUla (RCU), lembaga pemerintah Arab Saudi yang bertugas mengembangkan kawasan AlUla sebagai destinasi budaya dan pariwisata. Dengan demikian, instalasi tersebut memang menjadi bagian dari program seni yang mendapat dukungan penyelenggara resmi di AlUla.
Mengapa Menuai Kritik?
Keberadaan patung figur manusia, khususnya figur perempuan, di ruang publik Arab Saudi menuai perhatian karena dalam tradisi seni Islam terdapat pandangan yang membatasi representasi makhluk bernyawa dalam konteks tertentu. Selain itu, sebagian masyarakat menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan citra Arab Saudi sebagai penjaga dua kota suci umat Islam.
Di sisi lain, pemerintah Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir memang memperluas sektor seni, budaya, dan pariwisata sebagai bagian dari program Vision 2030, sehingga penyelenggaraan pameran seni internasional di AlUla menjadi salah satu agenda resminya.
Klaim tentang Identitas Seniman
Unggahan di media sosial juga menyebut bahwa karya tersebut dibuat oleh “seniman Yahudi Amerika”. Berdasarkan sumber-sumber yang tersedia, Lita Albuquerque dikenal sebagai seniman kontemporer asal Amerika Serikat. Namun, identitas agama atau etnis sang seniman bukanlah bagian yang secara umum dijelaskan dalam informasi resmi mengenai karya tersebut. Karena itu, klaim mengenai latar belakang agama pembuat patung tersebut tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan sumber resmi yang tersedia.













