Rocky Gerung: Tambang Migas, Tambang Emas, dan Tambang Batubara Dikuasai Asing. Dan Kita? Hanya Kebagian Tarik Tambang Setiap 17-an

pakar filsafat rocky gerung menjadi pembicara dalam diskusi 0t57

Tanyaislamyuk – Ada sindiran yang terasa pahit ketika membicarakan kekayaan alam Indonesia.

Negeri ini memiliki minyak dan gas bumi, emas, nikel, batubara, hingga berbagai sumber daya alam lainnya. Tetapi pertanyaan besarnya adalah: seberapa besar manfaat kekayaan tersebut benar-benar dirasakan oleh rakyat?

Rocky Gerung dikenal sebagai salah satu pengamat yang kerap melontarkan kritik tajam mengenai pengelolaan sumber daya alam dan ketimpangan ekonomi.

Namun, kalimat “tambang migas, tambang emas, dan tambang batubara dikuasai asing. Dan kita? Hanya kebagian tarik tambang setiap 17-an” perlu dipahami sebagai sindiran/kritik, bukan fakta bahwa seluruh tambang Indonesia secara harfiah dikuasai asing.

Kaya Sumber Daya, Tapi Rakyat Masih Bertanya

Indonesia memang memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa.

Tetapi kekayaan alam tidak otomatis membuat seluruh rakyat menjadi sejahtera.

Yang menjadi persoalan adalah bagaimana negara mengelola sumber daya tersebut: siapa yang mendapatkan izin, siapa yang mendapatkan keuntungan, berapa besar penerimaan negara, bagaimana pembagian manfaatnya, serta apakah masyarakat di sekitar wilayah tambang benar-benar mendapatkan dampak positif.

Karena pada akhirnya, rakyat tidak hanya ingin mendengar bahwa Indonesia kaya.

Rakyat ingin merasakan manfaat dari kekayaan tersebut.

Jangan Sampai Rakyat Hanya Jadi Penonton

Bayangkan sebuah rumah memiliki gudang penuh makanan.

Tetapi pemilik rumah justru kesulitan makan setiap hari karena seluruh isi gudang dikelola orang lain.

Tentu akan muncul pertanyaan:

“Kalau semuanya ada di rumah kita, kenapa kita masih kekurangan?”

Begitu pula dengan sumber daya alam.

Investasi asing tidak selalu berarti buruk. Modal, teknologi, keahlian, dan akses pasar dari perusahaan asing dapat membantu mengembangkan industri.

Tetapi kerja sama investasi seharusnya tetap memastikan kepentingan nasional dan manfaat bagi masyarakat Indonesia terlindungi.

Kemerdekaan Bukan Sekadar Upacara dan Lomba 17 Agustus

Inilah bagian paling menyentil dari sindiran tersebut.

Setiap Agustus kita merayakan kemerdekaan dengan upacara, panjat pinang, balap karung, makan kerupuk, dan tentu saja tarik tambang.

Semua tertawa.

Semua bergembira.

Tetapi di balik perayaan tersebut ada pertanyaan yang jauh lebih serius:

Apakah rakyat sudah benar-benar berdaulat atas kekayaan yang ada di tanahnya sendiri?

Jangan sampai kemerdekaan hanya terasa ketika kita mengikuti lomba 17 Agustus.

Sementara ketika berbicara tentang kekayaan alam, rakyat justru hanya menjadi penonton.

Yang Harus Diperebutkan Bukan Hanya Tali Tambang

Tarik tambang membutuhkan kerja sama.

Semua orang harus menarik ke arah yang sama agar bisa menang.

Begitu pula dalam mengelola kekayaan Indonesia.

Pemerintah, pengusaha, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan harus memiliki tujuan yang sama:

kekayaan alam Indonesia harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia.

Karena pertanyaan terpenting bukan siapa yang menang dalam tarik tambang setiap 17 Agustus.

Pertanyaannya adalah:

Setelah lomba selesai, siapa sebenarnya yang menikmati hasil kekayaan negeri ini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About the Author

Hadir sebagai sumber inspirasi dan edukasi seputar ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Menyajikan konten ringan hingga mendalam tentang ibadah, akhlak, sejarah, serta fenomena kehidupan umat Muslim masa kini. Dengan pendekatan yang relevan dan mudah dipahami, website ini bertujuan menjadi ruang belajar, refleksi, dan penguatan iman bagi setiap pengunjung

Search the Archives

Akses terhadap liputan jurnalistik investigatif dan laporan-laporan terkini selama bertahun-tahun.