Tanyaislamyuk – Hampir 2.000 orang—sebagian besar anak-anak—diduga keracunan setelah menyantap menu MBG (Makan Bergizi Gratis) sejak Selasa (01/09) hingga Kamis (03/09).
Lokasi kejadian beragam. Mulai dari Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur; Kabupaten Rembang, Jawa Tengah; hingga Kabupaten Agam, Sumatra Barat; dan Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
Di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, korban terdampak telah mencapai 730 orang. Dari jumlah tersebut, 706 orang telah diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, pada Kamis (03/09).
Para korban merupakan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Mereka diduga keracunan setelah menyantap menu MBG. Selasa (01/09). Sejumlah sekolah di sana melaporkan anak didiknya juga mengalami gejala keracunan serupa.
Di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, sebanyak 276 orang diduga keracunan MBG. Mereka terdiri dari para murid jenjang SD, SMP, SMA, hingga guru.
Pemerintah daerah sudah menghentikan sementara distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasia Laweh.
Kemudian di Bener Meriah, Aceh, sebanyak 16 orang terdiri dari 15 siswa SD dan seorang kepala sekolah dilarikan ke Puskesmas Lampahan, lantaran diduga keracunan MBG, Rabu (02/09).
Para korban mengalami sejumlah gejala seperti pusing, mual, gatal hingga sedikit kesulitan bernapas setelah menyantap menu MBG.













