Tanyaislamyuk – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, justru mendapat sorotan media setempat. Momen itu terjadi tak lama setelah Prabowo menjelaskan di hadapan Presiden Vladimir Putin dan peserta forum bahwa pembangunan harus memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat, termasuk memastikan anak-anak memperoleh makanan bergizi.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan keberhasilan pembangunan tidak cukup dilihat dari angka ekonomi. Menurutnya, kesejahteraan juga harus tercermin dari terpenuhinya gizi anak, kemudahan petani mendapatkan pupuk dan harga panen yang wajar, hunian layak hingga tersedianya listrik di desa-desa.
Di tengah pesan tersebut, media Rusia Moskovskij Komsomolets (MK.ru) menerbitkan laporan mengenai dugaan keracunan yang dikaitkan dengan makanan gratis di sekolah di Indonesia. Artikel itu mengangkat kabar hampir 800 siswa dan guru terdampak, menyusul sejumlah kasus dugaan keracunan MBG yang menjadi perhatian di Indonesia.
Pemberitaan tersebut ikut menjadi sorotan karena muncul berdekatan dengan momentum Prabowo memperkenalkan MBG di panggung internasional. Di satu sisi pemerintah membawa program itu sebagai bagian dari strategi meningkatkan kualitas gizi masyarakat, sementara di dalam negeri kasus-kasus dugaan keracunan membuat aspek keamanan pangan dan pengawasan pelaksanaannya terus mendapat perhatian.













