Tanyaislamyuk – Nama Presiden ke-3 Republik Indonesia, B.J. Habibie, ikut diseret dalam perdebatan mengenai ijazah dan latar belakang pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sigit Widodo, di akun X miliknya membandingkan ijazah yang dimiliki BJ Habibie dengan polemik latar belakang pendidkan wapres Gibran.
“Presiden ketiga Indonesia, B.J. Habibie, tidak memiliki ijazah sarjana,” tulis Sigit di awal narasi yang diunggahnya di akun @/sigitwid.
Sigit kemudian menjelaskan Presiden Ketiga Indonesia itu meninggalkan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Indonesia Bandung setelah hanya kuliah 6 bulan dan pindah berkuliah di Jerman.
Pada periode 1950-1959, Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam menjadi bagian UI di Bandung, lalu resmi jadi Institut Teknologi Bandung pada 2 Maret 1959.
“Habibie memperoleh gelar Diplom-Ingenieur dari Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule (RWTH) Aachen, Jerman. Gelar ini setara S2. Habibie kemudian mendapatkan gelar S3 Doktor-Ingenieur di kampus yang sama,” ungkap Sigit Widodo.
Untuk informasi, Diplom-Ingenieur (Dipl.-Ing.) dari RWTH Aachen University, Jerman, pada umumnya setara dengan jenjang pendidikan magister (S2) di Indonesia, khususnya untuk gelar teknik.
Diplom-Ingenieur merupakan gelar akademik teknik dalam sistem pendidikan tinggi Jerman.
Istilah ini secara harfiah berarti Diploma Engineer atau insinyur bergelar diploma.
Gelar tersebut diberikan kepada lulusan program teknik dengan pendidikan akademik yang mendalam.
Dalam sistem pendidikan Jerman yang lama, program Diplom umumnya mencakup perkuliahan tingkat lanjut, ujian, serta penyusunan tugas akhir atau tesis.











