Tanyaislamyuk – Big Three, kreator film dewasa asal Indonesia, disebut datang ke sebuah pesantren untuk berbagi dengan para santri. Kehadiran sosok yang dikenal lewat industri film dewasa di lingkungan pendidikan Islam ini pun menuai beragam reaksi dari masyarakat.
Sebagian mungkin melihatnya sebagai aksi sosial dan kesempatan untuk berbagi. Namun, tak sedikit pula yang mempertanyakan kepantasan kunjungan tersebut, mengingat latar belakang sang kreator dan lingkungan pesantren yang identik dengan pendidikan agama serta pembinaan moral.
Lantas, apakah niat berbagi seharusnya dinilai terpisah dari masa lalu seseorang, atau ada batas-batas tertentu yang tetap perlu dijaga?
Bagaimana menurut kalian? Apakah aksi berbagi seperti ini patut diapresiasi, atau justru menimbulkan persoalan tersendiri? 🤔













