Tanya Islam Yuk

Situs yang menyajikan tulisan seputar islam dan realitas umat di tengah zaman yang terus berubah

Tanya Islam Yuk

Situs yang menyajikan tulisan seputar islam dan realitas umat di tengah zaman yang terus berubah

Viral

Jelang Lebaran, Bukan Cuma Baju yang Jadi Incaran, Tren Sewa Ponsel Mewah Banjir Peminat Demi Gaya dan Gengsi

 

WhatsApp%20Image%202026 03 19%20at%2022.00.40
Tanyaislamyuk – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi belanja masyarakat biasanya identik dengan pakaian baru, kue lebaran, hingga kebutuhan mudik. Namun belakangan ini, muncul fenomena yang bikin geleng-geleng kepala: tren menyewa ponsel mewah demi tampil “wah” saat Lebaran.

Alih-alih membeli, banyak orang kini memilih menyewa smartphone kelas atas hanya untuk beberapa hari. Tujuannya jelas—tampil lebih percaya diri saat berkumpul bersama keluarga, teman, atau bahkan sekadar untuk konten media sosial.

Fenomena ini bukan sekadar isu kecil. Di berbagai kota, jasa penyewaan ponsel premium justru mengalami lonjakan permintaan signifikan menjelang Lebaran. Unit-unit seperti flagship terbaru dari berbagai brand besar laris disewa, bahkan harus dipesan jauh-jauh hari.

Gaya atau Gengsi?

Banyak penyewa mengaku ingin “terlihat sukses” di momen Lebaran. Momen yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi, justru berubah menjadi panggung pencitraan. Tidak sedikit yang merasa minder jika tidak bisa menunjukkan simbol kemewahan di hadapan orang lain.

Padahal, jika dipikir lebih dalam, ini adalah ironi. Demi terlihat mampu, seseorang rela mengeluarkan uang untuk sesuatu yang sebenarnya tidak dimiliki. Bahkan, ada yang sampai mengorbankan kebutuhan lain hanya untuk menjaga “image”.

Media Sosial Jadi Pemicu

Tak bisa dipungkiri, media sosial memegang peran besar dalam tren ini. Standar hidup yang ditampilkan secara online sering kali tidak mencerminkan realita. Hal ini mendorong banyak orang untuk ikut “bermain peran”, agar tidak dianggap tertinggal.

Foto OOTD Lebaran, selfie dengan keluarga, hingga konten “vibes orang sukses”—semuanya terasa lebih “valid” jika diambil dengan perangkat mahal. Inilah yang akhirnya mendorong tren sewa ponsel mewah makin menggila.

Antara Realita dan Ilusi

Fenomena ini menjadi cerminan bagaimana masyarakat semakin terjebak dalam ilusi status sosial. Yang ditampilkan bukan lagi keaslian, melainkan citra yang dibentuk sementara.

Lebaran yang seharusnya menjadi momen kembali ke fitrah, justru bagi sebagian orang berubah menjadi ajang pembuktian—siapa yang paling terlihat “naik kelas”.

Refleksi

Tren ini memunculkan pertanyaan besar: apakah nilai seseorang kini benar-benar diukur dari apa yang ia tampilkan?

Ketika gengsi lebih diutamakan daripada kejujuran diri, maka yang terjadi bukan lagi kebahagiaan, melainkan tekanan sosial yang tak terlihat.

Mungkin sudah saatnya kembali memahami esensi Lebaran—bukan tentang apa yang terlihat mahal, tapi tentang hati yang kembali bersih, hubungan yang diperbaiki, dan kesederhanaan yang justru lebih bermakna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *