Miris! Ketika Pemerintah Sibuk Mediasi Perang AS dan Iran Tapi Lupa Sama Mereka, Aceh dan Sumatera
Melalui Menteri Luar Negeri, pemerintah juga telah menjalin komunikasi dengan kedua negara dan menyatakan siap memfasilitasi dialog damai apabila kedua pihak menghendakinya.
Namun di tengah sorotan diplomasi internasional tersebut, muncul pertanyaan dari sebagian masyarakat: apakah pemerintah terlalu fokus pada konflik global hingga melupakan persoalan di dalam negeri?
Di wilayah Aceh dan beberapa daerah di Pulau Sumatera, warga masih menghadapi berbagai persoalan pascabencana dan kesulitan ekonomi. Sebelumnya, banjir dan longsor melanda sejumlah provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemerintah pusat bahkan memutuskan tidak menetapkan status bencana nasional karena dianggap masih dapat ditangani oleh pemerintah daerah.
Keputusan tersebut menuai kritik dari sebagian masyarakat yang merasa penanganan bencana belum sepenuhnya optimal dan perhatian pemerintah masih kurang maksimal terhadap kondisi warga di daerah terdampak.
Bagi masyarakat yang masih berjuang memulihkan kehidupan mereka, perhatian pemerintah tentu sangat diharapkan. Banyak warga berharap negara tidak hanya aktif di panggung diplomasi internasional, tetapi juga hadir secara nyata bagi rakyatnya sendiri yang sedang menghadapi kesulitan.
Perdebatan ini pun memunculkan satu pertanyaan besar:
apakah Indonesia harus lebih fokus menyelesaikan persoalan dalam negeri terlebih dahulu, atau tetap aktif memainkan peran sebagai penengah konflik dunia?
Satu hal yang pasti, bagi warga di Aceh dan beberapa wilayah Sumatera yang masih berjuang bangkit dari bencana dan keterbatasan, perhatian nyata dari pemerintah menjadi hal yang paling mereka tunggu hari ini.
