Rocky Gerung: BGN Bilang Menu MBG Lele Mentah untuk Digoreng di Rumah, Lha Trus Fungsi Dapur & Karyawan yang Digaji Melebihi Guru Honorer itu Untuk Apa?
Dalam sebuah pernyataan yang beredar di media sosial, Rocky mempertanyakan logika di balik kebijakan yang disebut berasal dari Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menyinggung penjelasan yang menyebut bahwa sebagian menu seperti lele mentah diberikan kepada penerima untuk kemudian dimasak sendiri di rumah.
“BGN bilang lele itu mentah supaya bisa digoreng di rumah. Lha kalau begitu, fungsi dapur umum dan para karyawan yang digaji itu untuk apa?” ujar Rocky dengan nada kritis.
Soroti Anggaran dan Efektivitas Program
Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintahan yang dipimpin oleh Prabowo Subianto, dengan tujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak sekolah.
Namun menurut Rocky, kebijakan yang dinilai tidak konsisten justru berpotensi menimbulkan pertanyaan publik terkait efektivitas penggunaan anggaran negara. Ia juga menyinggung besarnya biaya operasional yang dikeluarkan pemerintah untuk membangun dapur umum dan menggaji tenaga kerja dalam program tersebut.
“Kalau akhirnya masyarakat tetap harus mengolah sendiri bahan mentah yang diberikan, maka konsep dapur produksi dalam program ini patut dipertanyakan,” tambahnya.
Rocky juga membandingkan besaran gaji sebagian tenaga kerja dalam program tersebut dengan gaji guru honorer yang selama ini sering disorot karena relatif rendah.
“Jangan sampai negara terlihat lebih royal membayar pegawai proyek dibanding memperhatikan kesejahteraan guru honorer yang jelas-jelas mendidik generasi bangsa,” katanya.
Respons Publik Terbelah
Pernyataan Rocky Gerung langsung memicu perdebatan di media sosial. Sebagian netizen mendukung kritik tersebut karena dianggap mewakili keresahan publik terkait transparansi program pemerintah.
Namun tidak sedikit pula yang menilai kritik tersebut terlalu menyederhanakan persoalan teknis distribusi makanan dalam skala nasional.
Sementara itu, pihak Badan Gizi Nasional sendiri sebelumnya menjelaskan bahwa dalam kondisi tertentu bahan makanan memang bisa diberikan dalam bentuk mentah, terutama untuk menjaga kesegaran dan fleksibilitas pengolahan di daerah.
Meski demikian, polemik ini menunjukkan bahwa program besar seperti MBG akan terus berada dalam sorotan publik. Kritik dari tokoh seperti Rocky Gerung menambah tekanan agar pemerintah memastikan bahwa setiap rupiah anggaran benar-benar digunakan secara efektif, transparan, dan tepat sasaran.

