Berdasarkan laporan terkini hingga awal 2026, situasi di Rafah digambarkan sangat tragis, di mana kota tersebut mengalami kehancuran parah akibat bombardemen Israel dan sebagian besar penduduknya terpaksa mengungsi.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai kondisi Rafah saat ini:
– Kehancuran Fisik : Laporan pada April 2025 dan Februari 2026 menyebutkan bahwa Rafah telah luluh lantak, berubah menjadi gundukan tanah, dan secara praktis “lenyap” sebagai area pemukiman fungsional.
– Pengungsian Besar-besaran : Penduduk Rafah telah mengungsi ke arah utara menuju Khan Younis dan wilayah lainnya, meninggalkan kota yang kini berada di bawah kendali militer Israel.
– Kondisi Perlintasan : Perlintasan Rafah sempat ditutup setelah direbut oleh Israel pada 2024 dan dilaporkan beroperasi secara terbatas pada awal 2026.
– Hilang dari “Trending” : Selain kehancuran fisik, narasi yang beredar juga menyoroti bahwa perhatian dunia terhadap Rafah telah berkurang drastis (hilang dari tren media sosial), meskipun kehancurannya masih berlanjut.
Jadi, secara fisik, Rafah mengalami kehancuran yang hampir total dan tidak lagi berbentuk kota seperti sedia kala.













