Tanyaislamyuk – Anak muda percaya pejabat publik dari Muhammadiyah punya kinerja baik.
Menurut Ketua Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) UAD, Azaki Khoirudin, temuan ini sejalan dengan persepsi positif anak muda terhadap posisi Muhammadiyah dalam kehidupan kebangsaan.
Pada bagian yang sama dalam laporan, 89,3 persen responden menilai Muhammadiyah sebagai pemersatu bangsa, sementara 87,3 persen menilai Muhammadiyah sebagai panutan dalam isu politik nasional.
“Ini menunjukkan bahwa citra positif kader Muhammadiyah di pemerintahan berdiri di atas fondasi kepercayaan yang lebih luas terhadap integritas organisasi dalam merawat kepentingan publik dan kebangsaan,” imbuh Azaki.
Survei ini disusun oleh Pusat Studi Kebijakan Publik Universitas Ahmad Dahlan dengan pendekatan kuantitatif melalui survei potong lintang berbasis kuesioner daring.
Penelitian dilakukan pada minggu kedua dan ketiga Maret 2026 dengan melibatkan 758 responden berusia 17 hingga 40 tahun dari berbagai wilayah Indonesia. Pengambilan sampel dilakukan secara non-probability sampling dengan pendekatan purposive dan snowball sampling.













