Tanya Islam Yuk

Situs yang menyajikan tulisan dan seputar islam dan realitas umat di tengah zaman yang terus berubah

Kenapa Orang Baik Sering Lebih Cepat Pergi, Sedangkan Orang Jahat Panjang Umur?

20170918115031deddy dores meninggal dunia karena penyakit jantung gmvcxd1xbe (1)

Tanyaislamyuk – Pertanyaan ini diam-diam menghantui banyak orang.
Kita melihat ada orang yang shalatnya dijaga, lisannya lembut, baktinya besar, lalu Allah panggil cepat.

Sementara di sisi lain, ada orang yang hidupnya rusak, melukai banyak hati, tapi umurnya terasa Panjang dan jalannya seolah lapang.
Lalu hati kecil kita bertanya: “kenapa?”.

Rasulullah SAW pernah memberi satu jawaban yang sangat dalam.
Beliau bersabda bahwa: “Jika Allah menghendaki kebaikan untuk seorang hamba, Allah menyegerakan hukumannya di dunia. Dan jika Allah menghendaki keburukan untuk seorang hamba, Allah biarkan dosanya sampai dibayar penuh dengan hari kiamat”.

Jadi tidak semua yang cepat diuji berarti dibenci. Kadang justru sedang dibersihkan.

Ini berat, tapi indah.
Karena artinya, sebagian luka di dunia ini bisa jadi bukan tanda Allah menjauh. Bisa jadi justru tanda Allah sedang mempercepat penyucian hamba-Nya, agar ia datang kepadaNya dengan beban yang lebih ringan.

Sedangkan umur panjang tanpa teguran, tanpa pembersihan, tanpa hisab yang disegerakan, belum tentu kabar baik.

Lalu Al-Quran memberi kita satu kisah yang lebih mengguncang lagi.
Saat Nabi Musa berjalan bersama Nabi Khidr, mereka bertemu seorang anak muda.
Lalu Khidr membunuh anak itu.
Musa langsung terguncang.

Bagaimana mungkin seorang anak yang belum tampak membawa ancaman justru diambil nyawanya begitu cepat?
Jawabannya baru Allah buka belakangan.

Khidr menjelaskan bahwa anak itu kelak dikhawatirkan akan menyeret kedua orangtuanya yang beriman kepada kedurhakaan dan kekafiran.
Maka Allah ingin mengganti anak itu dengan yang lebih baik, lebih suci, dan lebih dekat kasih sayangnya kepada orangtuanya.

Di titik ini, kita sadar bahwa tidak semua kematian dini adalah kehilangan tanpa hikmah.

Artinya, ada takdir yang dari luar terlihat kejam, tapi di sisi Allah justru penuh penjagaan.
Ada yang diambil bukan karena Allah tidak sayang, tapi karena Allah tahu sesuatu yang kita tidak tahu.

Allah tahu masa depan yang tidak kita lihat.
Allah tahu kalau dibiarkan dan mungkin akan melukai iman banyak orang.

Disinilah muncul satu renungan yang menyenangkan hati.
Kadang Allah mengambil seorang hamba saat dia masih baik, saat hatinya masih hidup, saat catatannya masih wangi, sebelum dunia sempat membengkokkan langkahnya terlalu jauh.

Seperti bunga yang dipetik saat sedang mekar, bukan dibiarkan sampai layu, diinjak lalu hancur. ini bukan hadist.

Tapi renungan yang lahir dari cara Allah menjaga sebagian hamba-Nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About the Author

Hadir sebagai sumber inspirasi dan edukasi seputar ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Menyajikan konten ringan hingga mendalam tentang ibadah, akhlak, sejarah, serta fenomena kehidupan umat Muslim masa kini. Dengan pendekatan yang relevan dan mudah dipahami, website ini bertujuan menjadi ruang belajar, refleksi, dan penguatan iman bagi setiap pengunjung

Search the Archives

Akses terhadap liputan jurnalistik investigatif dan laporan-laporan terkini selama bertahun-tahun.