Tanyaislamyuk – Nama Yakuza biasanya identik dengan stigma negatif perihal kejahatan terorganisir asal Jepang paling ditakuti hingga dikenal dunia.
Namun ditangan Gus Thuba (Thuba Topo Broto Maneges) nama itu bertranformasi menjadi sebuah gerakan dakwah meneduhkan merangkul semua kalangan.
”Kami disini bukan identitas organisasi kriminal tapi simbol transformasi para petarung. Kami menegaskan bahwa Yakuza Manages bukan organisasi yang berdiri berseberangan dengan negara, melainkan hadir dan mendukung, berjalan bersama aparat penegak hukum,” kata Gus Thuba saat deklarasi di Hotel Bukit Daun Kabupaten Kediri, Sabtu, 6 Mei 2026.
Melalui Yakuza Maneges baru saja diresmikan di Kediri, cucu ulama kharismatik KH Hamim Djazuli atau akrab dikenal Gus Miek mencetuskan pendekatan spiritual yang unik, nyentrik namun penuh makna mendalam. Yaitu membawa filosofi yang awalnya kotor, menjadi zuhud abadi.
”Organisasi ini berdiri dengan semangat spiritual dan kemanusiaan yang kuat. Organisasi Yakuza Maneges merupakan tempat bagi saudara-saudara kita yang sering kita sebut santri jalur kiri, mereka yang tersesat yang berada di jalan yang keliru bahkan terjatuh dalam dosa yang berat, namun masih memiliki niat dan tekad untuk berbenah diri, kembali ke jalan yang benar sehingga menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat,” kata Gus Thuba.













