Tanyaislamyuk – Hari Raya Idul Adha di Jalur Gaza kembali diselimuti kedukaan mendalam. Meski pertempuran telah usai, warga setempat terpaksa merayakan hari besar ini di pasar-pasar darurat yang berdiri di atas puing-puing kehancuran kota.
Tahun ini menjadi tahun ketiga berturut-turut warga Gaza merayakan lebaran tanpa penyembelihan hewan kurban akibat ketatnya blokade Israel yang melarang masuknya hewan ternak. Kondisi ini memicu krisis ekstrem; harga daging segar meroket ugal-ugalan dari 30 syikal menjadi 350 syikal (setiap kilogramnya mencapai Rp1,5 juta), sebuah angka yang mustahil dijangkau rakyat miskin.
Di tengah kelumpuhan ekonomi ini, tidak ada aroma daging kurban atau hidangan lezat. Para orang tua di Gaza kini hanya bisa menahan air mata, berjuang menghadirkan senyuman sederhana di wajah anak-anak mereka dengan membelikan baju atau mainan seadanya di pasar darurat.













