Tanyaislamyuk – Yang paling tragis bukan ketika manusia berubah,
tapi ketika ia memutuskan bahwa kebenaran
bisa ditawar demi rasa nyaman.
Ia tahu siapa dirinya,
tapi memilih menyangkalnya perlahan,
bukan karena tak paham,
melainkan karena tak cukup berani.
Akhirnya, hidup jadi panggung panjang
untuk memerankan kebohongan yang dipeluk sendiri.
Dan ironi paling kejam:
semakin jauh ia lari dari jati dirinya,
semakin ia merasa menemukan ‘kebebasan’
padahal yang ia dapat hanyalah
jarak… dari dirinya sendiri.













