Tanyaislamyuk – Bayangkan sebuah dunia tanpa gereja, tanpa pura, tanpa vihara, tanpa sinagoga. Bayangkan pula tidak ada lagi perdebatan tentang agama mana yang benar, karena seluruh manusia di bumi memeluk agama yang sama: Islam.
Bagi sebagian orang, skenario ini terdengar seperti sebuah cita-cita besar. Namun bagi sebagian lainnya, gagasan tersebut justru menimbulkan banyak pertanyaan dan kontroversi. Benarkah dunia akan langsung damai jika seluruh manusia menjadi Muslim?
Konflik Agama Mungkin Berkurang, Tapi Konflik Manusia Belum Tentu Hilang
Salah satu argumen yang sering dikemukakan adalah bahwa banyak peperangan dan pertikaian terjadi karena perbedaan keyakinan. Jika semua orang memeluk Islam, maka sumber konflik tersebut dianggap akan berkurang.
Namun sejarah menunjukkan bahwa konflik tidak selalu muncul karena agama. Perebutan kekuasaan, persaingan ekonomi, ambisi politik, dan kepentingan kelompok tetap dapat terjadi bahkan di antara orang-orang yang memiliki agama yang sama.
Artinya, dunia yang seluruh penduduknya Muslim belum tentu menjadi dunia tanpa konflik.
Sistem Kehidupan Akan Berubah Drastis
Jika seluruh manusia memeluk Islam dan menerapkan ajarannya secara menyeluruh, banyak aspek kehidupan akan mengalami perubahan besar.
Sistem keuangan berbasis bunga kemungkinan akan digantikan dengan sistem syariah. Zakat akan menjadi instrumen sosial yang lebih dominan. Perjudian, minuman keras, prostitusi, dan berbagai aktivitas yang dilarang dalam Islam berpotensi ditekan secara signifikan.
Pendukung gagasan ini meyakini bahwa kondisi tersebut dapat menciptakan masyarakat yang lebih tertib dan bermoral.
Apakah Kejahatan Akan Hilang?
Ini adalah salah satu klaim yang paling sering diperdebatkan.
Meski seluruh manusia beragama Islam, tidak ada jaminan semua orang akan taat pada ajaran agamanya. Saat ini saja, negara-negara dengan mayoritas Muslim masih menghadapi masalah korupsi, kriminalitas, dan penyalahgunaan kekuasaan.
Karena itu, agama dan perilaku manusia tidak selalu berjalan searah. Seseorang bisa mengaku Muslim, tetapi belum tentu menjalankan nilai-nilai Islam dengan baik.
Dunia Akan Kehilangan Keberagaman Agama
Di sisi lain, ada pihak yang menilai bahwa jika seluruh manusia memeluk satu agama, dunia justru akan kehilangan salah satu bentuk keberagamannya yang paling mendasar.
Perbedaan keyakinan selama ini telah melahirkan berbagai tradisi, budaya, seni, dan cara pandang yang membentuk peradaban manusia. Jika seluruh dunia hanya memiliki satu agama, sebagian orang beranggapan bahwa warna keberagaman tersebut akan berkurang.
Pertanyaan yang Jarang Dibahas
Mungkin pertanyaan terbesarnya bukanlah, “Bagaimana jika semua orang menjadi Muslim?”
Melainkan:
Bagaimana jika semua orang benar-benar menjalankan nilai kejujuran, keadilan, amanah, kepedulian terhadap sesama, dan takut kepada Tuhan sebagaimana diajarkan Islam?
Karena pada akhirnya, tantangan terbesar umat manusia bukan sekadar soal identitas agama yang tercantum di kartu identitas, tetapi sejauh mana nilai-nilai agama itu benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Itulah sebabnya, perdebatan tentang dunia yang seluruh penduduknya memeluk Islam akan selalu menjadi topik yang menarik sekaligus kontroversial. Sebab yang dipersoalkan bukan hanya soal agama, tetapi juga tentang sifat dasar manusia itu sendiri.













