Tanyaislamyuk – Pembahasan tentang surga selalu menarik perhatian umat Islam. Namun, dalam salah satu kajiannya, Felix Siauw menyampaikan analogi yang cukup unik dan mudah dipahami masyarakat awam.
Menurutnya, jika diibaratkan secara sederhana, surga memiliki tingkatan-tingkatan. Ada yang bisa disebut sebagai “surga reguler” dan ada pula yang dapat diibaratkan sebagai “surga premium”.
Dalam penjelasannya, penghuni surga pada tingkatan yang lebih rendah tetap mendapatkan kenikmatan yang luar biasa. Makanan, minuman, pakaian, dan berbagai fasilitas yang tidak pernah terbayangkan oleh manusia tersedia tanpa batas. Tidak ada rasa lapar, lelah, sakit, ataupun kesedihan.
Namun pada tingkatan surga yang lebih tinggi, kenikmatannya jauh melampaui itu. Bukan sekadar disediakan berbagai hidangan, tetapi apa pun yang diinginkan oleh penghuninya akan langsung tersedia.
Konsep ini sebenarnya sejalan dengan banyak ayat Al-Qur’an yang menjelaskan bahwa penghuni surga akan memperoleh apa saja yang mereka kehendaki. Bahkan Allah menjanjikan tambahan kenikmatan yang belum pernah dilihat mata, didengar telinga, maupun terlintas dalam hati manusia.
Karena itu, dalam pandangan para ulama, tujuan seorang muslim bukan sekadar masuk surga, tetapi berusaha meraih derajat surga yang tertinggi. Sebab semakin tinggi kedudukan seseorang di surga, semakin besar pula kenikmatan yang akan diperolehnya.
Pesan yang ingin disampaikan dari analogi “surga premium dan surga reguler” bukanlah untuk membanding-bandingkan surga seperti fasilitas dunia. Melainkan untuk memotivasi umat Islam agar tidak puas hanya dengan ibadah yang seadanya.
Jika dalam urusan dunia banyak orang berlomba mengejar kualitas terbaik, jabatan tertinggi, dan fasilitas paling nyaman, maka semestinya dalam urusan akhirat semangat itu jauh lebih besar. Sebab kehidupan dunia hanya sementara, sedangkan kenikmatan surga berlangsung selama-lamanya.
Pertanyaannya, jika surga tertinggi menawarkan segala sesuatu yang bahkan bisa diminta sesuai keinginan, sudah sejauh mana usaha kita untuk meraihnya?













