Tanyaislamyuk – Penutupan sementara sejumlah dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belakangan memunculkan fenomena baru di media sosial. Sejumlah akun yang mengatasnamakan pegawai maupun pengelola SPPG mengunggah konten bernuansa sedih, mulai dari curahan hati tentang kehilangan pekerjaan, dapur yang berhenti beroperasi, hingga kondisi pegawai yang disebut terdampak secara ekonomi.
Konten-konten tersebut ramai dibagikan dan menuai simpati publik. Namun, tidak sedikit pula warganet yang menilai narasi yang dibangun terkesan “menjual kesedihan” di tengah polemik penutupan dapur MBG. Sebagian publik menilai fokus utama seharusnya tetap pada kualitas layanan dan keselamatan penerima manfaat program, bukan sekadar dampak terhadap pengelola dapur.
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) memang menghentikan sementara operasional ribuan SPPG yang dinilai belum memenuhi sejumlah persyaratan, seperti belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari pengetatan standar dan pengawasan program MBG.













