Tanyaislamyuk – Muhammadiyah akhirnya angkat bicara soal tuduhan syirik laksanakan tahlil dan ziarah kubur. Tuduhan ini sebelumnya dilayangkan oleh KH. Achmad Fauzan Zaini pimpinan pondok pesantren Karangdurin Sampang.
Melalui lembaga dakwah komunitas PDM Muhammadiyah Pamekasan, Achmad Fawaid, menegaskan tuduhan terkait larangan tahlil dan ziarah kubur dilingkungan Muhammadiyah tidak benar. Menurutnya, Muhammadiyah belum mengeluarkan pernyataan maupun larangan soal tahlilan. Bahkan Muhammadiyah menganjurkan membaca tahlil.
“Cuma jika berbentuk ritual yang dikenal tahlilan, menurut Majelis Tarjih Muhammadiyah tidak ditemukan dalil dari Al-Qur’an dan hadist yang sahih.” Ujar Achmad Fawaid Lembaga Dakwah Komunitas PDM Muhammadiyah Pamekasan dalam sebuah postingan Tiktok.
Lebih lanjut, karena ini Muhammadiyah belum menganjurkan tahlil karena belum ada dalilnya yang kuat. Meskipun tidak ada dalil yang kuat, Muhammadiyah tidak sampai men-Syirikkan seseorang karena perbedaan pemahaman. Selanjutnya, pilihan untuk mengamalkan atau tidak dikembalikan kepada masing-masing individu.
Fawaid juga menjawab soal nggapan bahwa Muhammadiyah melarang ziarah kubur tidaklah tepat. Dalam Himpunan Putusan Tarjih, khususnya pembahasan mengenai jenazah, Muhammadiyah justru menganjurkan ziarah kubur dengan berlandaskan hadis Nabi, “Fazûruhâ” (berziarahlah ke kubur), sehingga ziarah kubur diperbolehkan.
Yang tidak dibenarkan menurut pandangan Muhammadiyah adalah praktik meminta-minta, memohon pertolongan, atau mengajukan hajat kepada penghuni kubur, karena tidak ditemukan contohnya dari Nabi Muhammad saw. Pandangan ini juga sejalan dengan pemahaman banyak kalangan ulama.












