Tanyaislamyuk – Beredar video yang dikaitkan dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas dan memunculkan narasi bahwa petani dianjurkan beralih menanam sawit jika tanaman padi tidak menguntungkan. Narasi tersebut menjadi sorotan karena dikaitkan dengan kunjungan kerja Zulhas ke Sulawesi Selatan.
Namun, klaim yang beredar perlu dicermati karena potongan video yang disebarkan di media sosial tidak serta-merta membuktikan bahwa Zulhas pernah menyampaikan pernyataan seperti yang tertulis dalam narasi tersebut.
Ketua DPD Barisan Muda Penegak Amanat Nasional atau BM PAN Kabupaten Jeneponto Muh Qadri Amir menyatakan video dan narasi tersebut merupakan informasi yang telah dimanipulasi. Ia menyebut konten tersebut diduga dibuat atau diubah menggunakan teknologi kecerdasan buatan.
Penelusuran terhadap klaim yang mencatut Zulhas juga menunjukkan pola serupa pernah terjadi. Pada April 2026, klaim lain yang mengatasnamakan Zulhas dan menyebut tugas rakyat hanya membayar pajak dinyatakan hoaks setelah tidak ditemukan pernyataan resmi yang mendukung klaim tersebut.
Karena itu, narasi mengenai anjuran mengganti tanaman padi dengan sawit juga tidak dapat dianggap sebagai pernyataan resmi hanya berdasarkan video yang beredar di media sosial.
Keaslian video, konteks pembicaraan, serta sumber pertama yang mengunggahnya menjadi bagian penting dalam proses verifikasi.
Di sisi lain, pemerintah memang tengah mendorong peningkatan produktivitas sektor pangan, khususnya padi. Program yang berjalan mencakup pompanisasi, bantuan alat dan mesin pertanian serta modernisasi pertanian untuk meningkatkan efisiensi usaha tani dan produktivitas.
Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa penguatan produksi padi tetap menjadi bagian penting dalam agenda pangan pemerintah. Bahkan dalam pernyataan terkait swasembada pangan, pemerintah menggambarkan padi sebagai komoditas dengan siklus panen yang relatif cepat dibandingkan sejumlah tanaman perkebunan.
Konteks itu penting agar masyarakat tidak langsung menarik kesimpulan dari potongan video yang beredar.













