Tanyaislamyuk – Mantan Pemimpin “Love in Action”, John Smid menghabiskan hampir 20 tahun (sejak usia muda hingga pertengahan 30-an) memimpin organisasi bernama Love in Action. Organisasi ini dikenal sebagai salah satu pusat “terapi konversi” atau program “penyembuhan gay” paling berpengaruh di Amerika Serikat pada masanya, yang mengajarkan bahwa orientasi seksual sesama jenis bisa diubah melalui doa dan disiplin rohani.
- Mengakui Homoseksualitasnya dan Meminta Maaf
Setelah bertahun-tahun berkhotbah menentang homoseksualitas, John Smid akhirnya mengakui bahwa ia sendiri adalah seorang gay. Ia kemudian meminta maaf secara terbuka kepada komunitas LGBTQ+ atas penderitaan yang telah ia sebabkan melalui ajaran-ajaran terapi konversinya selama dua dekade tersebut. Ia menyatakan bahwa upaya “mengubah” orientasi seksualnya justru menghancurkan kesehatan mental dan spiritualnya sendiri.
- Menikah dengan Pendeta Lain
Setelah keluar dari dunia terapi konversi dan menerima identitasnya, John Smid menikah dengan Yves Rochon, yang juga merupakan seorang pendeta. Pernikahan mereka menjadi simbol transformasi pribadinya dari seorang pengkhotbah anti-gay menjadi seseorang yang hidup autentik dan merayakan cinta sesama jenis.
- Dampak dan Kritik Terhadap Terapi Konversi
Kisah John Smid sering dijadikan contoh utama oleh para aktivis hak asasi manusia dan psikolog untuk mengkritik bahaya terapi konversi. Banyak negara bagian di AS dan berbagai organisasi profesi kedokteran serta psikologi kini melarang praktik ini karena terbukti tidak efektif dan sangat merusak kesehatan mental pelakunya.












