Tanyaislamyuk – Pertanyaan ini mungkin dianggap kurang ajar oleh sebagian orang. Tetapi bukankah pertanyaan ini muncul karena kita melihat dunia yang terasa sangat tidak adil?
Anak kecil tidak memilih lahir miskin. Mereka tidak memilih kelaparan atau hidup tanpa makanan. Sementara di sisi lain, ada manusia yang mencuri uang rakyat dan tetap bisa menikmati rumah mewah, mobil mahal, serta kehidupan nyaman.
Lalu, di mana keadilan?
Mungkin masalahnya bukan Tuhan yang tidak memberikan cukup kepada manusia. Dunia memiliki makanan, kekayaan, dan sumber daya yang melimpah. Masalahnya, manusia sering kali terlalu serakah untuk membaginya.
Koruptor bukan Tuhan yang menciptakannya. Manusia yang memilih untuk mencuri.
Anak-anak kelaparan bukan karena Tuhan menciptakan kekurangan, tetapi sering kali karena manusia gagal menciptakan keadilan.
Jadi, mungkin pertanyaan yang lebih tepat bukan hanya:
“Tuhan, kenapa Engkau membiarkan anak-anak kelaparan?”
Tetapi juga:
“Manusia, kenapa kalian tega membiarkan sesama manusia kelaparan?”
Sebab mungkin Tuhan sudah memberikan cukup kepada dunia.
Tetapi manusialah yang memilih untuk mengambil terlalu banyak.
Menurut kalian, ketika melihat ketidakadilan seperti ini, siapa yang seharusnya kita pertanyakan: Tuhan, manusia, atau sistem yang diciptakan manusia sendiri?













