Kalau Tuhan Maha Baik, Kenapa Anak Kecil Bisa Mati Kelaparan Sementara Koruptor Hidup Mewah Sampai Tua?

51262f2f0d5bb814b41c0efba7add43a

Tanyaislamyuk – Pertanyaan ini mungkin dianggap kurang ajar oleh sebagian orang. Tetapi bukankah pertanyaan ini muncul karena kita melihat dunia yang terasa sangat tidak adil?

Anak kecil tidak memilih lahir miskin. Mereka tidak memilih kelaparan atau hidup tanpa makanan. Sementara di sisi lain, ada manusia yang mencuri uang rakyat dan tetap bisa menikmati rumah mewah, mobil mahal, serta kehidupan nyaman.

Lalu, di mana keadilan?

Mungkin masalahnya bukan Tuhan yang tidak memberikan cukup kepada manusia. Dunia memiliki makanan, kekayaan, dan sumber daya yang melimpah. Masalahnya, manusia sering kali terlalu serakah untuk membaginya.

Koruptor bukan Tuhan yang menciptakannya. Manusia yang memilih untuk mencuri.

Anak-anak kelaparan bukan karena Tuhan menciptakan kekurangan, tetapi sering kali karena manusia gagal menciptakan keadilan.

Jadi, mungkin pertanyaan yang lebih tepat bukan hanya:

“Tuhan, kenapa Engkau membiarkan anak-anak kelaparan?”

Tetapi juga:

“Manusia, kenapa kalian tega membiarkan sesama manusia kelaparan?”

Sebab mungkin Tuhan sudah memberikan cukup kepada dunia.

Tetapi manusialah yang memilih untuk mengambil terlalu banyak.

Menurut kalian, ketika melihat ketidakadilan seperti ini, siapa yang seharusnya kita pertanyakan: Tuhan, manusia, atau sistem yang diciptakan manusia sendiri?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About the Author

Hadir sebagai sumber inspirasi dan edukasi seputar ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Menyajikan konten ringan hingga mendalam tentang ibadah, akhlak, sejarah, serta fenomena kehidupan umat Muslim masa kini. Dengan pendekatan yang relevan dan mudah dipahami, website ini bertujuan menjadi ruang belajar, refleksi, dan penguatan iman bagi setiap pengunjung

Search the Archives

Akses terhadap liputan jurnalistik investigatif dan laporan-laporan terkini selama bertahun-tahun.