Ledakan Besar Mirip Hiroshima di Lebanon, Israel Gunakan 1.100 Ton Peledak Picu Gempa M4,1

5f2a190a764f1

Tanyaislamyuk – Ledakan besar mengguncang perbukitan Ali Taher, Lebanon selatan, pada Kamis (10/9) saat militer Israel menghancurkan jaringan terowongan bawah tanah.

Rekaman Reuters memperlihatkan bola api besar membubung dari lereng bukit, diikuti kobaran api dan kepulan asap tebal. Dari udara, terlihat awan ledakan menyebar di kawasan perbukitan.

Militer Israel mengatakan Divisi 36 menghancurkan kompleks terowongan sepanjang lebih dari 2 kilometer tersebut dengan 1.100 ton bahan peledak. Peledakan disiarkan secara langsung.

Kompleks yang berada di utara Sungai Litani itu, menurut militer Israel, menjadi pusat komando unit Badr Hezbollah. Di dalamnya terdapat gudang aneka senjata, termasuk roket dan rudal buatan Iran, drone, rudal antiranjau, dan ranjau. Selain itu, terdapat tempat tinggal bagi para anggota Hezbollah.

Direktur Eksekutif sekaligus perwakilan Patriotic Vision Alliance di PBB Muhamad Safa membagikan kembali video siaran langsung dengan keterangan, “Ini bukan Hiroshima, ini Lebanon saat ini.”

Dia mengatakan peledakan tersebut melanggar protokol dalam Konvensi Jenewa karena mengakibatkan kerusakan lingkungan masif yang tidak dapat dipulihkan. Dia juga mengecam siaran langsung peledakan.

“Ini pertama kalinya dalam sejarah militer melakukan siaran langsung kejahatan perang sambil menghapuskan pegunungan dari peta, memicu gempa magnitudo 4,1, dan Komisi Tinggi PBB di bidang HAM tetap diam,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About the Author

Hadir sebagai sumber inspirasi dan edukasi seputar ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Menyajikan konten ringan hingga mendalam tentang ibadah, akhlak, sejarah, serta fenomena kehidupan umat Muslim masa kini. Dengan pendekatan yang relevan dan mudah dipahami, website ini bertujuan menjadi ruang belajar, refleksi, dan penguatan iman bagi setiap pengunjung

Search the Archives

Akses terhadap liputan jurnalistik investigatif dan laporan-laporan terkini selama bertahun-tahun.