Tahlilan Kematian Ditiadakan di Kabupaten Simeulue Aceh Karena Dinilai Merepotkan dan Memakan Harta Anak Yatim

chatgpt image 24 sep 2026, 10.16.16

Tanyaislamyuk – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Simeulue resmi mengeluarkan kesepakatan untuk meniadakan tradisi tahlilan kematian di wilayah ibukota Sinabang, Aceh.

Dalam pertemuan yang digelar di kantor MPU Kabupaten
Simeulue, para ulama dan tokoh agama menilai pelaksanaan tahlilan kenduri kematian kerap merepotkan keluarga duka, menimbulkan beban biaya, bahkan dikhawatirkan bisa memakan harta anak yatim yang ditinggalkan.

Keputusan ini sontak viral di media sosial dan menuai pro-kontra. Ada yang mendukung karena dianggap meringankan beban keluarga almarhum, namun tak sedikit pula yang mempertanyakan karena tahlilan sudah menjadi tradisi turun-temurun di Aceh.

Fenomena seperti ini ternyata tidak hanya di Simeulue. Di beberapa daerah lain di Aceh, wacana serupa juga pernah mencuat.

Bagaimana menurut tauke? Setuju tahlilan ditiadakan atau tetap dilestarikan sebagai tradisi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About the Author

Hadir sebagai sumber inspirasi dan edukasi seputar ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Menyajikan konten ringan hingga mendalam tentang ibadah, akhlak, sejarah, serta fenomena kehidupan umat Muslim masa kini. Dengan pendekatan yang relevan dan mudah dipahami, website ini bertujuan menjadi ruang belajar, refleksi, dan penguatan iman bagi setiap pengunjung

Search the Archives

Akses terhadap liputan jurnalistik investigatif dan laporan-laporan terkini selama bertahun-tahun.