Sebuah Ironi Ganda: Disaat Rakyat Berteriak “Free Palestine”, Lahan Bekas Karhutla Berubah Jadi Sawit dan Diekspor ke Israel

images (48)

Tanyaislamyuk – Rakyat Indonesia adalah salah satu suara paling lantang di dunia dalam mengecam genosida dan menuntut kemerdekaan Palestina. Di jalanan, di media sosial, solidaritas itu nyata.

​Namun, di balik panggung retorika moral tersebut, mesin ekonomi ekstraktif kita berjalan tanpa beban nurani.

​Laporan terbaru membongkar fakta memilukan: lahan-lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla)—yang menghancurkan ekosistem lokal dan meracuni udara rakyat sendiri—dengan mudah beralih fungsi menjadi perkebunan sawit. Lebih parahnya lagi, produk sawit Indonesia tetap rajin diekspor ke Israel dengan nilai mencapai jutaan dolar AS.

​Ada ironi besar ketika kita menuntut keadilan bagi rakyat Palestina di satu sisi, tetapi di sisi lain rantai pasok domestik kita masih memberi pasokan komoditas bagi negara penindas.

​Bagaimana menurut kalian? Apakah solidaritas kita sudah cukup tuntas jika ekonomi ekstraktif dan mafia karhutla di negeri sendiri masih dibiarkan melenggang?

​Tulis analisis dan pendapat kalian di kolom komentar. Jangan lupa share agar makin banyak yang sadar!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About the Author

Hadir sebagai sumber inspirasi dan edukasi seputar ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Menyajikan konten ringan hingga mendalam tentang ibadah, akhlak, sejarah, serta fenomena kehidupan umat Muslim masa kini. Dengan pendekatan yang relevan dan mudah dipahami, website ini bertujuan menjadi ruang belajar, refleksi, dan penguatan iman bagi setiap pengunjung

Search the Archives

Akses terhadap liputan jurnalistik investigatif dan laporan-laporan terkini selama bertahun-tahun.