Tanyaislamyuk – Sebuah potret pendidikan yang memprihatinkan ketika seorang murid SMP masih kesulitan membaca hingga harus dibimbing oleh gurunya dengan cara mendiktekan kata demi kata. Momen ini menjadi pengingat bahwa kemampuan membaca, yang seharusnya sudah dikuasai sejak sekolah dasar, ternyata masih menjadi tantangan bagi sebagian siswa.
Peristiwa ini memunculkan pertanyaan besar: bagaimana seorang siswa bisa melanjutkan pendidikan hingga jenjang SMP tanpa kemampuan membaca yang memadai? Apakah ini akibat kurangnya pendampingan di rumah, keterbatasan fasilitas belajar, atau ada persoalan lain dalam sistem pendidikan yang belum teratasi?
Namun, di balik keprihatinan tersebut, guru yang tetap sabar membimbing muridnya patut diapresiasi. Anak yang kesulitan membaca bukan untuk dihina atau dipermalukan, melainkan perlu dibantu agar bisa mengejar ketertinggalannya.
Pendidikan bukan sekadar soal naik kelas dan mendapatkan ijazah. Lebih dari itu, pendidikan harus memastikan setiap anak benar-benar memperoleh kemampuan dasar yang menjadi bekal untuk masa depannya.
Menurut kalian, siapa yang paling bertanggung jawab atas persoalan ini: orang tua, sekolah, atau sistem pendidikan kita?













