Tanyaislamyuk – Kehilangan orangtua seharusnya menjadi momen bagi keluarga untuk saling menguatkan. Namun, bagaimana jika setelah kepergian orang tercinta, keluarga justru harus menghadapi beban ekonomi yang semakin berat?
Sebuah curhatan netizen menjadi sorotan setelah menceritakan kondisi keluarga yang harus mengeluarkan banyak biaya setelah orangtuanya meninggal dunia. Mulai dari kebutuhan pemakaman hingga berbagai acara setelahnya, semuanya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Dalam kondisi ekonomi yang terbatas, keluarga akhirnya terpaksa berutang. Bahkan, sawah yang selama ini menjadi sumber penghasilan pun harus dijual untuk menutup berbagai kebutuhan tersebut.
Ironisnya, setelah sawah terjual, masalah belum selesai. Keluarga justru kehilangan sumber penghasilan dan semakin kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut bahkan disebut membuat mereka sampai kesulitan untuk makan.
Kisah ini kemudian memunculkan pertanyaan di masyarakat: apakah keluarga yang sedang berduka harus memaksakan diri menggelar acara dengan biaya besar meski sebenarnya tidak mampu?
Tradisi dan acara setelah kematian memang memiliki nilai sosial dan keagamaan bagi sebagian masyarakat. Namun, kondisi setiap keluarga tentu berbeda. Ada yang mampu menggelar acara dengan biaya besar, sementara yang lain mungkin hanya sanggup menjalankannya secara sederhana.
Jangan sampai demi memenuhi tuntutan lingkungan, keluarga yang ditinggalkan justru harus kehilangan aset penting dan terlilit utang bertahun-tahun.
Sebab pada akhirnya, orang yang telah meninggal tidak membutuhkan kemewahan dari keluarganya. Yang masih hidup justru membutuhkan kemampuan untuk melanjutkan kehidupan.













