Tanyaislamyuk – Sejumlah media asing melaporkan bahwa diktator Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, telah meninggal dunia setelah mengalami pendarahan otak pada akhir pekan lalu. Pemerintah Korut belum bersedia mengonfirmasi, yang memaksa para analis sibuk memantau apa yang sebenarnya terjadi.
TMZ menjadi media pertama yang melaporkannya, dengan menulis: “Pemimpin Tertinggi/diktator Korea Utara, Kim Jong-un, dilaporkan telah meninggal dunia, atau sedang sekarat tanpa harapan untuk pulih—menurut berbagai media di China dan Jepang.”
Media Inggris, Express, juga melaporkan berita tersebut dengan mengutip berbagai sumber dari Korea Utara dan Timur Jauh. The New York Post melaporkan hal serupa, dengan mengutip sebuah jaringan penyiaran Hong Kong dan sebuah majalah Jepang.
Klaim yang belum terverifikasi telah beredar di media sosial, menyebutkan bahwa Kim Jong-un mengalami koma setelah menderita pendarahan otak. Hal ini membuat para analis terus memantau Pyongyang untuk melihat apakah ada tanda-tanda perkabungan publik atau bukti bahwa dia masih hidup dalam kondisi sehat.
Klaim tersebut—yang tak kunjung dikonfirmasi pemerintah Korut—menyebutkan bahwa Kim Jong-un segera dibawa keluar dari Korea Utara untuk mendapatkan perawatan darurat, karena fasilitas medis di Pyongyang dinilai buruk. Banyak spekulasi yang beredar menyebutkan bahwa dia dibawa ke Peking Union Medical College di Beijing.













