Tanyaislamyuk – Presiden Prabowo Subianto mengusulkan agar atap rumah warga kembali menggunakan bahan alami seperti ijuk dan rumbai. Usulan itu disampaikan karena atap seng dinilai mudah berkarat, membuat hunian panas, dan berdampak buruk bagi kesehatan hingga risiko kanker paru.
Dalam Taklimat Presiden pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Jawa Barat, Prabowo menyoroti hampir semua kota, kecamatan hingga desa sekarang terlalu banyak menggunakan atap seng. Ia membandingkan seng dengan material tradisional seperti ijuk, sirap, dan genteng tanah yang jauh lebih sejuk.
Menurut Prabowo, seng yang berkarat bukan hanya mengganggu estetika tapi juga menjadi simbol kemunduran. “Seng ini panas untuk penghuni. Seng ini juga berkarat jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng. Karat itu lambang degenerasi. Turis untuk apa datang melihat seng berkarat,” ujarnya.
Untuk itu ia mendorong gerakan nasional gentengisasi, yakni mengganti seluruh atap seng dengan genteng tanah liat. Program ini masuk dalam visi Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dan ditargetkan terlihat hasilnya dalam 2-3 tahun, dengan rencana pembangunan pabrik genteng di setiap Koperasi Desa Merah Putih.













