Tanyaislamyuk – Peristiwa di Desa Parangjoro, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (12/9/2026) subuh tadi : tempat kuliner nonhalal Warung Mie dan Babi Tepi Sawah, dibakar orang tak dikenal.
Seorang karyawan bernama Ali Qoirun Rosid mengaku ditodong pisau dan dipaksa jongkok di depan etalase sebelum para pelaku membakar sejumlah barang di lokasi.
Pelakunya empat orang, memakai pakaian mirip ninja, serba hitam.
“Empat orang, semuanya pakaian hitam. Pakai helm, masker, jaket hitam, celana panjang. Mereka tidak ngomong satu sama lain,” ujar Ali.
Ali mengatakan, dirinya terbangun setelah mendengar pintu kamar digedor.
Empat orang masuk dan memintanya keluar.
Setelah keluar dari kamar, Ali diperintahkan untuk jongkok di depan etalase.
Salah seorang pelaku kemudian menodongkan pisau kepadanya dan memintanya diam.
Ali juga mengaku diminta menghitung dari angka satu hingga 1.000.
Saat hitungan baru sekitar angka 30, Ali memberanikan diri menoleh.
Saat itu, para pelaku sudah tidak berada di lokasi.
Ali kemudian berlari ke bagian belakang warung untuk membangunkan rekannya yang sedang tidur.
Setelah itu, ia meminta bantuan kepada sekuriti yang berada di bagian depan.
Menurut Ali, para pelaku juga membakar sepeda motor dan piano menggunakan botol yang diduga berisi bensin atau bahan bakar sejenis.
Selain membakar barang, pelaku memecahkan kaca etalase serta kaca bagian dapur. Handphone milik Ali juga dibawa oleh pelaku.
Warung kuliner menjual olahan daging babi ini sebelumnya sempat diprotes dan didemo warga, sejak April 2026.
Tapi hingga kini pemilik tetap bertahan untuk buka.
Ia merasa sudah mengantongi izin resmi dari instansi pemerintahan.













