Tanyaislamyuk – Kota Bekasi menjadi sorotan global setelah kawasan TPST Bantargebang tercatat menghasilkan sekitar 6,3 ton gas metana per jam. Berdasarkan pemantauan lembaga internasional, angka ini menempatkan Bantargebang sebagai salah satu sumber emisi terbesar di dunia, bahkan berada di posisi kedua setelah kawasan Campo de Mayo di Argentina.
Data tersebut diperoleh melalui teknologi satelit canggih seperti Carbon Mapper, Tanager-1 milik Planet Labs, serta instrumen EMIT dari NASA.
Tingginya emisi ini menyoroti besarnya kontribusi sektor sampah terhadap krisis iklim. Gas metana sendiri memiliki dampak pemanasan yang jauh lebih kuat dibanding karbon dioksida dalam jangka pendek, sekaligus berkontribusi pada pembentukan ozon berbahaya bagi kesehatan.
Kondisi ini menjadi peringatan serius bahwa pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan sangat dibutuhkan, terutama di wilayah dengan volume sampah besar seperti Bantargebang.













