Tanyaislamyuk – Media sosial kembali dibuat panas. Sebuah video yang memperlihatkan seorang turis asal Israel sedang berada di Lombok mendadak viral dan memicu gelombang kemarahan publik. Dalam video tersebut, sang turis terlihat membagikan uang kepada anak-anak kecil sambil meminta mereka mengucapkan kalimat “Free Israel”.
Sekilas mungkin terlihat seperti candaan biasa. Namun bagi banyak orang, tindakan itu dianggap sangat sensitif dan problematik. Apalagi isu Palestina dan Israel bukan sekadar konflik politik biasa di mata masyarakat Indonesia. Ada luka kemanusiaan, solidaritas panjang, dan emosi besar yang ikut terlibat di dalamnya.
Yang membuat netizen semakin geram adalah fakta bahwa anak-anak tersebut diduga tidak benar-benar memahami arti dari kalimat yang mereka ucapkan. Mereka hanya mengikuti arahan demi mendapatkan uang dari sang turis. Di sinilah publik mulai mempertanyakan: apakah pantas anak-anak dijadikan alat untuk menyampaikan pesan politik?
Banyak komentar bermunculan di media sosial. Sebagian menyebut tindakan itu sebagai bentuk propaganda terselubung. Sebagian lain menilai turis tersebut tidak menghormati sensitivitas masyarakat lokal. Bahkan ada yang menilai ini sebagai bentuk eksploitasi terhadap anak-anak demi konten dan kepentingan pribadi.
Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara dengan dukungan kuat terhadap Palestina. Dari aksi solidaritas, doa bersama, penggalangan dana, hingga boikot produk tertentu, dukungan terhadap Palestina sudah menjadi bagian dari suara publik selama bertahun-tahun. Karena itu, munculnya video seperti ini langsung memantik reaksi keras.
Namun di sisi lain, ada juga yang mengingatkan agar masyarakat tetap bijak menyikapi video viral. Jangan sampai kemarahan berubah menjadi kebencian terhadap semua turis atau semua warga negara tertentu. Sebab tindakan satu orang tidak bisa dijadikan alasan untuk menghakimi seluruh kelompok.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa era media sosial membuat apa pun bisa berubah menjadi alat pengaruh. Kamera kecil, sedikit uang, dan beberapa anak kecil bisa menghasilkan video yang menyebar ke jutaan orang hanya dalam hitungan jam.
Pertanyaannya sekarang, apakah ini hanya konten iseng seorang turis? Atau memang ada pesan yang sengaja ingin disebarkan?
Yang jelas, publik Indonesia sudah terlanjur bereaksi. Dan ketika isu Palestina dibawa masuk ke ruang sosial masyarakat dengan cara seperti ini, kemarahan netizen hampir pasti tidak bisa dihindari.













