Tanyaislamyuk – Seorang warga Palestina asal Gaza yang kini tinggal dan kuliah di Indonesia, Ahmed Shorafa melalui akun Instagram @ahmed.shorafa1, menjadi sorotan usai mengungkap dugaan praktik penyalahgunaan donasi untuk Palestina di Indonesia.
Dalam pengakuannya, Ahmed mengaku beberapa kali diajak bekerja sama oleh sejumlah yayasan untuk berkeliling dari masjid ke masjid mencari donasi dengan bayaran fantastis mencapai Rp1,5 juta per hari atau hingga Rp45 juta per bulan. Ia menilai banyak pihak justru menjadikan isu Palestina sebagai ladang bisnis, bukan murni untuk membantu warga Gaza.
Ahmed bahkan menyebut jika seluruh donasi dari Indonesia benar-benar sampai ke Gaza, wilayah tersebut seharusnya sudah bisa berkembang jauh lebih maju seperti Singapura.
Ahmed pun secara terang-terangan meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dan menghentikan donasi melalui pihak-pihak yang tidak jelas transparansinya.
Ia menyarankan agar bantuan dikirim langsung kepada warga Gaza melalui transfer bank agar lebih aman dan tepat sasaran. Menurutnya, masyarakat juga berhak meminta dokumentasi penggunaan dana agar bantuan benar-benar sampai kepada korban yang membutuhkan.
Ahmed menegaskan dirinya tak pernah membuka donasi ataupun mencari keuntungan dari isu Palestina meski memiliki pengaruh besar sebagai kreator konten Palestina di Indonesia. Ia mengaku berani bicara karena merasa prihatin dengan banyaknya dugaan penyalahgunaan donasi yang pernah ia lihat sendiri.













