Tanyaislamyuk – Ivan Tuttle membagikan pengalamannya tentang mati suri (Near Death Experience/NDE) selama sekitar tiga jam pada tahun 1978.
Sejak kecil, ia tumbuh di lingkungan gereja dan ingin menjadi pengkhotbah. Namun, karena masalah keluarga dan berbagai tantangan hidup, ia menjauh dari Tuhan.
Di usia 19 tahun, Ivan meninggalkan imannya dan hidup dalam dosa, mulai dari menggunakan narkoba hingga menjadi penjual mobil yang sangat sukses.
Suatu hari, ia mengalami thrombophlebitis (gumpalan darah di kaki) yang berakibat fatal. Setelah sempat dirawat, ia meninggal di apartemennya dan merasakan rohnya keluar dari tubuhnya.
Ivan menceritakan bahwa ia berada di neraka, tempat yang penuh penderitaan dan bau busuk yang sangat menyengat.
Salah satu bagian yang paling mengejutkan adalah ketika ia mengaku melihat banyak orang yang mengaku Kristen, termasuk mantan pendeta, berada di sana karena tidak pernah sungguh-sungguh bertobat dan hidup dalam kemunafikan.
Ketika para iblis hendak melemparkannya ke tempat penyiksaan, terdengar suara yang berkata, “Kamu harus membiarkan dia pergi. Ini belum waktunya.” Setelah itu, para iblis melepaskannya.
Ivan kemudian dibawa ke gerbang surga. Seorang malaikat mengatakan bahwa ia harus kembali ke bumi karena tugasnya belum selesai, yaitu membagikan kesaksiannya.
Sejak itu, Ivan menekankan bahwa sekadar mengaku percaya atau menjadi bagian dari gereja tidaklah cukup. Pertobatan berarti melakukan perubahan hidup 180 derajat—meninggalkan dosa dan benar-benar menyerahkan hidup kepada Yesus.












