Tanyaislamyuk – Jacob Zuma, Presiden Afrika Selatan periode 2009–2018, beberapa kali menjadi sorotan karena kesulitan menyebutkan angka atau nominal besar saat berpidato. Selain kerap keliru saat membaca angka statistik, Zuma juga dituding gagal mengelola negaranya hingga Afrika Selatan jatuh ke dalam krisis, sebagaimana diulas CNN Indonesia, Jumat (31/7).
Selama menjabat, Zuma beberapa kali terlihat kesulitan mengucapkan kata dalam Bahasa Inggris serta menyebut angka jumlah anggota ANC yang dipimpinnya.
Di kesempatan lain, ia juga keliru melafalkan angka miliaran, jutaan, maupun ribuan saat mencoba membaca data statistik. Namun, sorotan utama publik Afrika Selatan bukan hanya pidatonya, melainkan gaya hidup dan cara mengelola negara. Di masa pemerintahannya, Zuma juga dituding melakukan korupsi dan pencucian uang hingga mendapat desakan mundur dari ANC.
“Saya difitnah, dan disebut sebagai raja rakyat yang korup,” kata Zuma kepada komisi yang dipimpin oleh Hakim Ray Zondo. “Saya diejek dan saya tak pernah menanggapi isu itu,” tambahnya.
Zuma akhirnya mengundurkan diri pada 14 Februari 2018 setelah mendapat tekanan dari partainya, ancaman mosi tidak percaya, serta skandal korupsi. Setelah lengser, ia menghadapi 18 dakwaan hukum yang mencakup penipuan, pemerasan, dan pencucian uang.
Pada 2021, Zuma menjadi mantan Presiden Afrika Selatan pertama yang dipenjara setelah dijatuhi hukuman 15 bulan penjara atas dakwaan menghina pengadilan. Persidangan terkait dugaan korupsi dalam kesepakatan senjata tahun 1999 dijadwalkan dimulai pada 1 Februari 2027.













