Tanyaislamyuk – Pernyataan tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW di surga kembali menjadi perhatian. Al-Habib Ja’far bin Abdul Qadir menyampaikan sebuah penjelasan yang menyebut bahwa Rasulullah SAW akan menikah dengan tiga perempuan di surga kelak.
Pernyataan tersebut tentu menarik perhatian karena nama ketiga perempuan itu bukanlah nama yang asing dalam sejarah Islam. Namun, benarkah ada riwayat yang menyebut demikian? Dan bagaimana kedudukan hadis yang menjadi dasar pernyataan tersebut?
Tiga Perempuan yang Disebut dalam Riwayat
Riwayat yang sering dikaitkan dengan pernyataan tersebut menyebut tiga perempuan, yaitu Maryam binti Imran, Asiyah binti Muzahim (istri Firaun), dan Kulsum, saudara perempuan Nabi Musa AS.
Dalam salah satu riwayat yang dicatat Imam ath-Thabrani, disebutkan bahwa Rasulullah SAW memberitahukan kepada Aisyah RA bahwa Allah SWT menikahkan beliau di surga dengan Maryam binti Imran, Kulsum saudara perempuan Nabi Musa, dan Asiyah, istri Firaun. Riwayat tersebut memang tercatat dalam Al-Mu’jam Al-Kabir karya ath-Thabrani.
Jika hanya melihat teks riwayatnya, maka memang terdapat sumber yang menyebut tiga nama tersebut.
Namun, persoalannya tidak berhenti sampai di sana.
Benarkah Hadisnya Sahih?
Dalam ilmu hadis, sebuah riwayat tidak cukup hanya karena tercantum dalam sebuah kitab hadis. Para ulama juga meneliti sanad dan para perawinya untuk menentukan apakah riwayat tersebut dapat dijadikan landasan.
Untuk hadis mengenai Nabi Muhammad SAW menikah dengan tiga perempuan tersebut, para ahli hadis memberikan penilaian yang perlu diperhatikan.
Al-Bushiri menilai sanad riwayat tersebut lemah. Sementara itu, Al-Albani bahkan memasukkannya dalam As-Silsilah Adh-Dha’ifah dan memberikan penilaian maudhu’ (palsu) terhadap salah satu jalurnya. Dalam penjelasan yang sama, disebutkan pula bahwa Al-‘Uqaili menilai riwayat tersebut ghairu mahfuz atau tidak terpelihara.
Ibnu Katsir juga menyebut riwayat mengenai Nabi Muhammad SAW menikah dengan Maryam, Asiyah dan Kulsum sebagai riwayat yang lemah dalam pembahasannya.
Artinya, kalimat “Nabi Muhammad SAW pasti akan menikah dengan tiga perempuan tersebut di surga” tidak tepat jika disampaikan seolah-olah merupakan fakta yang sudah disepakati berdasarkan hadis sahih.
Tetapi Ada Ulama yang Membahasnya
Meski riwayat tersebut dinilai lemah oleh sejumlah ahli hadis, pembahasan mengenai siapa yang akan menjadi pasangan Nabi Muhammad SAW di surga memang terdapat dalam sejumlah literatur Islam.
Bahkan, NU Online dalam pembahasan yang terbit pada 2026 mencatat adanya riwayat mengenai Nabi Muhammad SAW dengan Maryam binti Imran dan Asiyah binti Muzahim di surga. Namun, artikel tersebut juga menjelaskan bahwa riwayat tentang tiga perempuan yang mencakup Kulsum memiliki persoalan dalam sanadnya.
Karena itu, umat Islam sebaiknya membedakan antara “ada riwayat yang menyebutkan” dan “hal tersebut telah terbukti dengan hadis sahih.”
Keduanya bukanlah sesuatu yang sama.
Siapa Maryam dan Asiyah?
Maryam binti Imran merupakan salah satu perempuan yang memiliki kedudukan sangat mulia dalam Al-Qur’an. Ia adalah ibu Nabi Isa AS dan dikenal sebagai perempuan yang dipilih serta disucikan oleh Allah SWT.
Sementara Asiyah binti Muzahim dikenal sebagai istri Firaun yang tetap beriman kepada Allah meskipun hidup di tengah kekuasaan seorang penguasa yang mengaku sebagai tuhan.
Keduanya juga dikenal dalam berbagai pembahasan mengenai perempuan-perempuan terbaik.
Adapun Kulsum yang disebut dalam riwayat tersebut dikenal sebagai saudara perempuan Nabi Musa AS. Namun, nama dan kisahnya tidak memiliki penjelasan sedetail Maryam dan Asiyah dalam Al-Qur’an.
Bagaimana dengan Istri-Istri Nabi Muhammad SAW?
Nabi Muhammad SAW memiliki sejumlah istri yang dikenal sebagai Ummahatul Mukminin atau ibu bagi orang-orang beriman. Mereka antara lain Khadijah, Saudah, Aisyah, Hafshah, Zainab binti Khuzaimah, Ummu Salamah, Zainab binti Jahsy, Juwairiyah, Ummu Habibah, Shafiyyah dan Maimunah. Sumber-sumber sirah menjelaskan perjalanan pernikahan Nabi dengan para istri tersebut dalam berbagai periode kehidupan beliau.
Para istri Nabi juga memiliki kedudukan khusus. Al-Qur’an menyebut mereka sebagai ibu bagi orang-orang beriman, sehingga persoalan kehidupan mereka setelah wafatnya Rasulullah SAW juga memiliki ketentuan khusus.
Salah satu pembahasan ulama menyebut bahwa istri-istri Nabi tidak menikah lagi setelah Rasulullah SAW wafat karena kedudukan mereka sebagai istri Nabi.
Jadi, Benarkah Nabi Muhammad SAW Menikah dengan 3 Perempuan di Surga?
Jawabannya perlu disampaikan secara hati-hati.
Memang ada riwayat yang menyebut Nabi Muhammad SAW akan dinikahkan di surga dengan tiga perempuan: Maryam binti Imran, Asiyah binti Muzahim dan Kulsum saudara perempuan Nabi Musa AS.
Namun, riwayat tersebut tidak berstatus sebagai hadis sahih menurut sejumlah ulama ahli hadis. Bahkan terdapat ulama yang menilainya lemah hingga sangat bermasalah dari sisi sanad.
Oleh karena itu, lebih aman mengatakan bahwa hal tersebut merupakan riwayat yang pernah disebutkan dalam sejumlah kitab, bukan memastikan bahwa peristiwa tersebut merupakan sebuah fakta yang telah ditetapkan berdasarkan hadis sahih.
Dalam persoalan perkara gaib seperti kehidupan di akhirat, sikap yang paling tepat adalah berhati-hati dalam menyandarkan suatu pernyataan kepada Rasulullah SAW.
Sebab, menyampaikan sebuah riwayat sebagai sabda Nabi membutuhkan kehati-hatian dan verifikasi terhadap sumber serta kualitas hadisnya.
Wallahu a’lam bish-shawab.













