Tanyaislamyuk – Sebanyak 269 pelajar dari 5 sekolah di Kabupaten Karo diduga mengalami keracvnan usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis Kamis (13/8/26).
“Ini masih kemungkinan gejala keracvnan ini semuanya tidak ada yang mengkhawatirkan,” ujar Bupati Karo Antonius Ginting di depan RS Amanda Berastagi.
Ia bahkan menyebut kondisi tersebut sebagai kabar baik.
“Ini berita baik, kalaupun ada suatu kejadian berita baiknya adalah semua anak-anak kita dalam keadaan baik-baik,” ungkapnya.
Kepala Cabang Dinas Wilayah IV, Zulkarnain Barus, mengatakan hingga sore pelajar yang terdampak mencapai 269 orang. Rinciannya, 204 siswa SMA Negeri 1 Berastagi, 25 siswa SMA Swasta Bersama, dan 40 siswa SMK Swasta Bersama. Sementara korban dari dua SMP masih dalam pendataan (potensi bertambah dari 269).
“Total keseluruhan 269 orang, dan data ini kemungkinan terus bertambah ya,” jelasnya
Para pelajar diduga mengalami gejala seperti gatal-gatal hingga sesak napas. Mereka dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan di Berastagi dan Kabanjahe.
Dugaan sementara, keracvnan berkaitan dengan menu ikan dencis gulai yang disajikan dalam MBG. SPPG diduga milik Kodim.
“Itulah dugaannya karena makanan ikan dencis gulai. Jadi efeknya itu siswa gatal-gatal dan paling parah itu, sesak nafas. Tapi semua sedang ditangani rumah sakit di Karo,” ucap Zulkarnain.
Kepala Dinas Kesehatan Karo, dr. Immanuel Sinuhaji, Sp.PA, mengatakan pihaknya telah mengambil sampel makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk diperiksa di laboratorium.
“Sampel sudah diambil, sekarang tinggal penanganan. Nanti selanjutnya akan kita kirim ke laboratorium,” ujar Immanuel.
Menurutnya, menu yang disajikan SPPG saat kejadian terdiri dari sayur dan ikan. Namun, dugaan awal mengarah pada ikan sebagai penyebab.
“Biasanya ada bahan makanannya yang disiapkan memang setiap harinya, itulah yang sudah kita ambil. Sementara dugaan kita, penyebabnya karena ikan itu,” pungkasnya.













