Postingan Menohok Netizen: “Jual Harta Demi Bisa Berangkat Haji/Umrah, Setelah Tiba di Mekkah, Mereka Berdoa Minta Harta Benda”

images (56)

Tanyaislamyuk – Sebuah pemikiran yang cukup menohok beredar di media sosial dan langsung mengundang perdebatan.

“Ada orang yang rela menjual harta demi bisa berangkat haji atau umrah. Tapi setelah sampai di Mekkah, justru berdoa agar diberi harta dan kehidupan yang lebih baik. Bukankah itu menarik untuk direnungkan?”

Kalimat tersebut terdengar sederhana, tetapi menyimpan pertanyaan yang cukup dalam.

Banyak orang rela menabung bertahun-tahun, menjual kendaraan, tanah, perhiasan, bahkan aset yang dimiliki agar bisa memenuhi panggilan ke Tanah Suci.

Mereka rela mengorbankan sesuatu yang berharga demi bisa beribadah di tempat yang dianggap mulia.

Namun sesampainya di Mekkah, salah satu doa yang dipanjatkan tentu saja adalah meminta rezeki, kesehatan, kemudahan hidup, dan kecukupan harta.

Lantas, apakah itu sebuah ironi?

Di satu sisi, manusia mengorbankan hartanya untuk bisa beribadah.

Di sisi lain, manusia juga meminta kepada Allah agar hartanya kembali, bahkan berharap mendapatkan rezeki yang lebih banyak.

Tetapi mungkin persoalannya bukan sesederhana itu.

Harta bukanlah tujuan akhir dari ibadah. Harta hanyalah salah satu sarana dalam menjalani kehidupan.

Menjual sebagian harta demi berangkat ke Tanah Suci tidak otomatis berarti seseorang sedang menyia-nyiakan hartanya. Begitu pula berdoa meminta rezeki setelah berada di Mekkah bukan berarti ibadahnya hanya berorientasi pada dunia.

Justru manusia memang dianjurkan untuk meminta kebaikan dunia sekaligus akhirat.

Yang perlu dipertanyakan adalah ketika seseorang rela melakukan apa pun demi terlihat sudah haji atau umrah, tetapi setelah pulang tidak ada perubahan dalam sikap, akhlak, maupun cara memperlakukan orang lain.

Sebab, yang seharusnya dibawa pulang dari Tanah Suci bukan hanya oleh-oleh, foto, dan cerita perjalanan, tetapi juga perubahan diri.

Pada akhirnya, mungkin pertanyaan yang lebih penting bukan:

“Berapa banyak harta yang kamu keluarkan untuk pergi ke Tanah Suci?”

Melainkan:

“Setelah kembali dari Tanah Suci, apakah hidupmu menjadi lebih dekat kepada Allah?”

Karena haji dan umrah bukan sekadar perjalanan dari rumah menuju Mekkah.

Ia adalah perjalanan yang seharusnya membuat seseorang pulang sebagai pribadi yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About the Author

Hadir sebagai sumber inspirasi dan edukasi seputar ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Menyajikan konten ringan hingga mendalam tentang ibadah, akhlak, sejarah, serta fenomena kehidupan umat Muslim masa kini. Dengan pendekatan yang relevan dan mudah dipahami, website ini bertujuan menjadi ruang belajar, refleksi, dan penguatan iman bagi setiap pengunjung

Search the Archives

Akses terhadap liputan jurnalistik investigatif dan laporan-laporan terkini selama bertahun-tahun.