Majelis Ulama Indonesia(MUI) Meminta Umat Islam di Indonesia Tak Lagi Mengundang Habib Alwi bin Assegaf Sebagai Penceramah

emblem mui di gedung hijau

Tanyaislamyuk – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, menyerukan kepada seluruh umat Islam di Indonesia untuk tidak lagi menghadiri majelis maupun mengundang Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf sebagai penceramah.

Seruan tegas ini disampaikan Kiai Cholil Nafis menyusul beredarnya potongan video ceramah sang pendakwah yang dinilai merendahkan harkat perempuan serta merusak citra dakwah Islam.

Kiai Cholil menilai materi ceramah yang disampaikan Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf tidak mencerminkan keteladanan seorang dai dan justru berpotensi merusak pemahaman keagamaan masyarakat.

“Sodare-sodare, jangan undang lagi dan tak usah diikuti majelisnya orang model gini ya,” tegas Kiai Cholil Nafis melalui unggahan di akun X (Twitter) pribadinya, @/cholilnafis, Ahad (18/10/2026).

Kiai Cholil menambahkan bahwa terlepas dari latar belakang atau status sosial yang melekat pada penceramah tersebut, isi dan narasi yang disampaikan dalam video itu tidak lagi mencerminkan nilai-nilai syiar Islam yang santun dan mendidik. Menurutnya, tindakan tersebut memicu kerusakan sosial dan spiritual di tengah umat.

“Seperti ceramahnya asli ini. Begini ini mau apapun statusnya tak layak menjadi penceramah. Bikin rusak agama dan manusia dengan ceramah model gini. Boro-boro menyebarkan Islam, malah ini yang merusak Islam,” kata Rais Syuriah PBNU ini.

Hal ini bermula dari beredarnya potongan video ceramah seorang pendakwah yang memuat pernyataan kontroversial dan dinilai merendahkan kaum perempuan.

Dalam rekaman yang menuai gelombang kritik dari warganet tersebut, penceramah itu awalnya membicarakan standar honorarium yang diterimanya saat memenuhi undangan ceramah, di mana dia mengeklaim memasang tarif paling rendah sebesar Rp75 juta yang disambut tawa jamaah.

Situasi kemudian memicu polemik ketika pembicara tersebut melontarkan candaan terkait santriwati. Dia secara terbuka meminta agar para santri perempuan dihadirkan ke hadapannya dengan dalih ingin mencari calon istri keempat.

“Keluarkan santri-santri perempuan. Santri laki-laki gue udah eneg. Perempuan, keluarin ane mau pilih. Mudah-mudahan ada santri perempuan yang mau saya jadiin istri keempat,” ujar penceramah dalam video tersebut.

Tidak hanya itu, dalam potongan video yang sama, dia juga melontarkan pernyataan bernada merendahkan terhadap jamaah perempuan lanjut usia.

Dia menyebut kehadiran emak-emak berusia di atas 60 tahun mengganggu pemandangannya saat berdakwah, sebelum akhirnya berkedok bahwa dirinya hanya sedang bergurau.

“Enggak ada pahalanya ceramah depan emak-emak, ngotor-ngotorin mata. Tapi kalau perawan seger. Maaf-maaf nih, ane begini, aye tukang becanda,” ucapnya.

Berdasarkan penelusuran warganet di kolom komentar berbagai platform digital, sosok dalam video tersebut diidentifikasi sebagai Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf.

Kendati demikian, polemik ini terus memicu perdebatan luas di tengah masyarakat, khususnya terkait etika berdakwah serta fenomena materi ceramah yang dinilai tidak mendidik dan justru dinormalisasi oleh sebagian jamaah yang hadir di lokasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About the Author

Hadir sebagai sumber inspirasi dan edukasi seputar ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Menyajikan konten ringan hingga mendalam tentang ibadah, akhlak, sejarah, serta fenomena kehidupan umat Muslim masa kini. Dengan pendekatan yang relevan dan mudah dipahami, website ini bertujuan menjadi ruang belajar, refleksi, dan penguatan iman bagi setiap pengunjung

Search the Archives

Akses terhadap liputan jurnalistik investigatif dan laporan-laporan terkini selama bertahun-tahun.