Tanyaislamyuk – Ada orang yang gemar bersedekah, membantu orang lain, bahkan terlihat sangat dermawan. Tetapi di saat yang sama, masih ada utang yang belum dibayar kepada orang lain.
Di sinilah pentingnya belajar agama.
Sedekah adalah amal yang mulia. Tetapi membayar utang merupakan kewajiban. Karena itu, dalam keadaan tertentu, menyelesaikan utang dapat lebih utama daripada memberikan sedekah sunnah.
Jangan Bersedekah dengan Uang yang Seharusnya untuk Membayar Utang
Bayangkan seseorang memiliki uang Rp1 juta.
Di satu sisi, ia memiliki utang Rp1 juta kepada seseorang yang sudah lama menunggu pembayaran. Di sisi lain, ia ingin menyedekahkan uang tersebut.
Jika utang itu sudah jatuh tempo dan ia mampu membayarnya, maka seharusnya utang tersebut didahulukan.
Mengapa?
Karena uang tersebut bukan sepenuhnya miliknya. Ada hak orang lain di dalamnya.
Sedangkan sedekah sunnah dilakukan dengan harta yang memang menjadi hak kita untuk digunakan.
Utang Bukan Perkara Sepele
Sebagian orang mudah sekali berkata:
“Nanti juga saya bayar.”
Masalahnya, “nanti” kadang berubah menjadi berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Lebih parah lagi, ada orang yang sebenarnya mampu membayar tetapi memilih menggunakan uangnya untuk membeli barang, jalan-jalan, makan mewah, atau memenuhi keinginan pribadi.
Sementara orang yang memberikan pinjaman justru harus menunggu haknya.
Dalam ajaran Islam, persoalan utang memiliki kedudukan serius karena berkaitan dengan hak manusia.
Kesalahan dalam hubungan dengan manusia tidak cukup hanya diselesaikan dengan banyak melakukan ibadah kepada Allah. Hak orang lain juga harus dikembalikan kepada pemiliknya.
Sedekah Itu Baik, Tetapi Jangan Melupakan Kewajiban
Bukan berarti Islam melarang orang bersedekah ketika masih memiliki utang.
Kondisinya harus dilihat.
Jika utang belum jatuh tempo, pembayaran sudah diatur dengan baik, kebutuhan pokok terpenuhi, dan seseorang memiliki kemampuan finansial yang cukup, maka bersedekah tetap bisa menjadi amal kebaikan.
Namun apabila seseorang sengaja menunda pembayaran utang yang sudah jatuh tempo padahal mampu membayar, kemudian uangnya justru digunakan untuk hal-hal yang tidak wajib, tentu hal tersebut menjadi persoalan yang berbeda.
Karena jangan sampai seseorang terlihat dermawan di depan banyak orang, tetapi justru menahan hak orang yang telah membantunya.
Jangan Mengejar Pahala Sedekah Sambil Mengabaikan Hak Orang Lain
Inilah bagian yang sering tidak disadari.
Ada orang yang senang mendapatkan pujian karena bersedekah.
Namanya disebut.
Kebaikannya dibicarakan.
Orang-orang melihatnya sebagai pribadi yang dermawan.
Tetapi orang yang memberikan pinjaman kepadanya mungkin justru sedang menunggu uang tersebut untuk membayar kebutuhan keluarganya.
Maka, jangan sampai mengejar pahala sedekah tetapi mengabaikan kewajiban membayar utang.
Belajar agama bukan hanya belajar bagaimana mendapatkan pahala, tetapi juga belajar bagaimana tidak mengambil atau menahan hak orang lain.










