Tanyaislamyuk – Al-Qur’an di Ethiopia, Banyak pelajar Al-Qur’an yang menjalankan tradisi kuno menulis Al-Qur’an di atas papan kayu sebagai bagian dari pendidikan agama mereka. Praktik ini berakar pada tradisi keilmuan Islam, di mana teks tertulis sangat dihormati, dan para siswa biasanya belajar dengan menyalin kitab suci tersebut menggunakan tangan.
Papan kayu yang dikenal sebagai lohe ini berfungsi sebagai media untuk menulis dengan menggunakan pena khusus atau tinta. Prosesnya menuntut kesabaran dan ketelitian yang tinggi; para pelajar menyalin ayat-ayat Al-Qur’an dengan saksama, yang sekaligus membantu mereka untuk menghafal dan menghayati kitab suci tersebut.
Metode yang diwariskan secara turun-temurun ini menekankan pada kedisiplinan, hubungan spiritual, serta pelestarian ajaran Al-Qur’an dalam bentuk yang nyata dan sakral. Di daerah pedesaan, praktik ini masih dapat dijumpai secara langsung, di mana para pelajar muda sering kali duduk di bawah bimbingan seorang guru, menulis Al-Qur’an sembari mempelajari makna dan cara pembacaannya.













