Denny Siregar: Ormas di Indonesia Yang Paling Keren Buat Gua Cuman Muhammadiyah, Diem, Gak Ribut-ribut, Gak Pengen Menonjol, Tiba-tiba Asetnya 400 Triliun

denny siregar

Tanyaislamyuk – Pernyataan Denny Siregar mengenai Muhammadiyah menjadi sorotan di media sosial. Ia menyebut Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan yang menurutnya memiliki gaya berbeda dibandingkan banyak organisasi lainnya.

Dalam pernyataannya, Denny menilai Muhammadiyah tidak terlalu gemar mencari perhatian atau tampil berlebihan di ruang publik. Justru, menurut dia, organisasi tersebut cenderung menjalankan berbagai aktivitasnya dengan tenang.

“Ormas di Indonesia yang paling keren buat gua cuma Muhammadiyah. Diem, gak ribut-ribut, gak pengen menonjol, tiba-tiba asetnya 400 triliun.”

Pernyataan tersebut kemudian menarik perhatian karena Denny mengaitkannya dengan besarnya aset yang dimiliki Muhammadiyah.

Tidak Banyak Ribut, Tetapi Terus Bergerak

Bagi Denny, hal yang membuat Muhammadiyah menarik adalah cara organisasi tersebut membangun kekuatan tanpa harus terus-menerus menunjukkan eksistensinya.

Muhammadiyah dikenal memiliki jaringan amal usaha yang luas, mulai dari lembaga pendidikan, perguruan tinggi, rumah sakit, klinik, hingga berbagai bentuk pelayanan sosial. Aktivitas tersebut membuat organisasi yang didirikan pada 1912 ini memiliki jaringan kelembagaan yang tersebar di berbagai daerah.

Menurut sudut pandang Denny, keberadaan berbagai institusi tersebut menunjukkan bahwa sebuah organisasi tidak harus selalu tampil paling keras untuk memiliki pengaruh besar.

Alih-alih sibuk membangun citra, kekuatan justru dapat tumbuh melalui kerja yang dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang.

Angka Rp400 Triliun Jadi Perbincangan

Bagian yang paling banyak memancing perhatian adalah penyebutan angka Rp400 triliun.

Angka tersebut kemudian ramai diperbincangkan warganet. Namun, penyebutan “aset Rp400 triliun” perlu dipahami secara hati-hati karena angka yang beredar di ruang publik dapat merujuk pada berbagai bentuk aset atau nilai keseluruhan amal usaha, bukan berarti Muhammadiyah memiliki uang tunai sebesar Rp400 triliun.

Dengan jaringan pendidikan, kesehatan, sosial, dan berbagai amal usaha yang sangat luas, Muhammadiyah memang memiliki basis aset dan institusi yang besar.

Karena itu, pernyataan Denny lebih menarik jika dilihat sebagai pujian terhadap model organisasi Muhammadiyah ketimbang sekadar persoalan nominal aset.

Pujian yang Justru Memunculkan Diskusi

Komentar tersebut juga memunculkan perbincangan mengenai seperti apa seharusnya sebuah organisasi kemasyarakatan membangun pengaruh.

Ada yang menilai organisasi akan lebih kuat apabila tidak terlalu banyak mengumbar pencapaian, tetapi fokus membangun institusi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Di sisi lain, sebagian orang mempertanyakan angka aset yang disebutkan dan bagaimana sebenarnya metode penghitungannya.

Terlepas dari perdebatan tersebut, satu hal yang menarik dari pernyataan Denny adalah pengakuannya terhadap kekuatan Muhammadiyah yang dibangun secara perlahan melalui institusi dan pelayanan masyarakat.

Bukan sekadar ramai di media sosial, tetapi membangun sekolah, universitas, rumah sakit, dan berbagai lembaga yang terus berjalan dari generasi ke generasi.

Menurut kamu, apakah benar kekuatan terbesar sebuah organisasi justru terletak pada kerja nyata yang dilakukan tanpa banyak mencari sorotan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About the Author

Hadir sebagai sumber inspirasi dan edukasi seputar ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Menyajikan konten ringan hingga mendalam tentang ibadah, akhlak, sejarah, serta fenomena kehidupan umat Muslim masa kini. Dengan pendekatan yang relevan dan mudah dipahami, website ini bertujuan menjadi ruang belajar, refleksi, dan penguatan iman bagi setiap pengunjung

Search the Archives

Akses terhadap liputan jurnalistik investigatif dan laporan-laporan terkini selama bertahun-tahun.