Tanyaislamyuk – Video Dedi Mulyadi yang kembali viral itu bukan peristiwa baru. Rekaman tersebut telah beredar sejak akhir November 2024, beberapa hari setelah pemungutan suara Pilgub Jawa Barat.
Dalam acara bernuansa budaya itu, KDM terlihat duduk menyaksikan sosok berkostum macan yang dikaitkan dengan Prabu Siliwangi serta sejumlah penari yang dinarasikan sebagai rombongan Nyi Roro Kidul.
Setahun kemudian, buku Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam kembali menjadi polemik.
Buku yang dicetak pada 2025 dan diluncurkan dalam rangkaian Rakornas BAZNAS itu ramai dibicarakan pada September 2026, terlebih setelah MUI menegaskan bahwa buku tersebut bukan program maupun produknya.
Di tengah polemik tersebut, video lama KDM kembali beredar dengan narasi “Islam Ala KDM” hingga memicu perdebatan mengenai keyakinannya.
Meski dikenal dekat dengan simbol dan filosofi Sunda, rekaman pertunjukan itu tidak dapat dijadikan bukti bahwa KDM menyembah figur tersebut atau bukan seorang Muslim. Namun, penggunaan simbol spiritual dalam ruang politik tetap membuka perdebatan mengenai batas antara pelestarian budaya, keyakinan, dan pembentukan citra seorang pemimpin.













