Tak Punya Uang Untuk Bayar Amplop, Jenazah Warga ini Sepi Pelayat dan Tak Diumumkan di Masjid

chatgpt image 13 sep 2026, 22.56.40

Tanyaislamyuk – Sebuah kisah tentang perlakuan terhadap jenazah kembali memunculkan pertanyaan tentang tradisi sosial di tengah masyarakat. Dikisahkan, seorang warga meninggal dunia dalam kondisi keluarga yang serba kekurangan. Karena tidak memiliki uang untuk memberikan “amplop” atau biaya tertentu dalam proses pemakaman, kabar duka tersebut disebut tidak diumumkan melalui masjid dan jenazah pun hanya dihadiri sedikit pelayat.

Kisah semacam ini tentu mengundang keprihatinan. Sebab, kematian seharusnya menjadi momentum bagi masyarakat untuk menunjukkan kepedulian, bukan justru membedakan seseorang berdasarkan kondisi ekonominya.

Dalam ajaran Islam, mengurus jenazah merupakan fardu kifayah. Mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan hingga menguburkan, semuanya merupakan bagian dari kewajiban kaum Muslimin ketika ada seorang Muslim meninggal dunia.

Persoalannya kemudian muncul ketika tradisi sosial dan kebiasaan masyarakat seolah membuat keluarga yang sedang berduka harus memikirkan berbagai biaya tambahan.

Bagi keluarga yang berkecukupan, mungkin hal tersebut tidak menjadi persoalan. Namun bagi keluarga miskin, kewajiban sosial semacam itu dapat terasa sangat berat.

Apakah Jenazah Harus Memberikan Amplop?

Tidak ada ketentuan bahwa seorang Muslim yang meninggal dunia harus memberikan uang atau “amplop” agar kematiannya diumumkan atau agar masyarakat datang melayat.

Pemberian uang dalam acara tertentu bisa saja menjadi tradisi masyarakat, tetapi tradisi tidak semestinya mengalahkan nilai kemanusiaan dan kewajiban agama.

Justru ketika ada keluarga yang sedang kehilangan anggota keluarganya, masyarakat seharusnya membantu meringankan beban mereka.

Pengumuman kabar kematian melalui masjid juga pada dasarnya dapat menjadi sarana agar masyarakat mengetahui adanya warga yang meninggal sehingga mereka memiliki kesempatan untuk datang bertakziah dan ikut menyalatkan jenazah.

Jangan Sampai Kemiskinan Membuat Seseorang Diperlakukan Berbeda

Jika benar ada masyarakat yang tidak mau mengumumkan kematian seseorang hanya karena keluarganya tidak mampu memberikan uang, persoalan tersebut layak menjadi bahan introspeksi bersama.

Kematian tidak mengenal kaya ataupun miskin.

Orang yang ketika hidupnya tidak mampu membeli banyak hal tetap memiliki hak untuk diperlakukan dengan baik ketika meninggal dunia.

Bahkan, membantu proses pemakaman orang yang tidak mampu merupakan bentuk kepedulian yang jauh lebih bermakna daripada sekadar menjaga gengsi sosial.

Pada akhirnya, yang perlu dipertanyakan bukanlah berapa besar amplop yang diberikan keluarga jenazah, tetapi seberapa besar kepedulian kita ketika ada saudara sesama Muslim yang sedang membutuhkan pertolongan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About the Author

Hadir sebagai sumber inspirasi dan edukasi seputar ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Menyajikan konten ringan hingga mendalam tentang ibadah, akhlak, sejarah, serta fenomena kehidupan umat Muslim masa kini. Dengan pendekatan yang relevan dan mudah dipahami, website ini bertujuan menjadi ruang belajar, refleksi, dan penguatan iman bagi setiap pengunjung

Search the Archives

Akses terhadap liputan jurnalistik investigatif dan laporan-laporan terkini selama bertahun-tahun.