Tanyaislamyuk – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai terasa dampaknya di sektor otomotif, terutama pada harga spare part dan oli motor. Sejumlah bengkel mengaku terpaksa menaikkan tarif servis karena sebagian besar komponen masih bergantung pada barang impor. Salah satu produk yang paling terdampak adalah oli mesin, yang harganya disebut naik dari sekitar Rp55 ribu menjadi Rp75 ribu dalam beberapa pekan terakhir.
Pemilik bengkel di Palmerah, Jakarta Barat, mengatakan kenaikan harga kebutuhan bengkel saat ini berkisar antara 20 hingga 30 persen. Tak cuma oli, komponen lain seperti ban, baut, hingga vanbelt juga ikut mengalami kenaikan akibat biaya impor dan distribusi yang makin tinggi. Selain itu, stok beberapa barang juga mulai terbatas karena terhambatnya rantai pasok dan tekanan kurs dolar AS terhadap rupiah.
Di sisi konsumen, kondisi ini mulai memengaruhi pengeluaran harian. Biaya servis motor yang sebelumnya sekitar Rp150 ribu kini bisa mencapai Rp250 ribu meski hanya untuk servis umum dan ganti oli. Beberapa pengguna motor mengaku mulai mengurangi frekuensi servis, menunda penggantian komponen, hingga memangkas pengeluaran lain demi menjaga kendaraan tetap bisa dipakai untuk aktivitas sehari-hari.













