Tanyaislamyuk – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut prajurit dalam batalyon teritorial pembangunan di setiap kabupaten akan disiapkan untuk memperkuat lingkungan sosial masyarakat. Menurutnya, satu batalyon berisi 1.190 prajurit dengan latar belakang beragam, termasuk lulusan pesantren dan rohaniawan nonmuslim.
Sjafrie mengatakan dengan kemampuan tersebut, para prajurit dapat mendampingi kegiatan keagamaan di masjid maupun gereja, termasuk menjadi imam dan khatib bila dibutuhkan. “Itu masuk ke gereja bersama-sama dengan masyarakat. Bersama-sama dengan masyarakat ada di masjid.
Dia bisa jadi khatio, dia bisa jadi imam di masjid. Inilah yang membuat penguatan terhadap lingkungan sosial. Jadi merasa masyarakat merasa agak hangat dengan keberadaan batalyon teritorial ini,” ujar Sjafrie dalam ruang rapat Komisi | DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/26) dikutip dari Kompas.com.













